PAPUA - Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua tidak hanya dikenal karena panorama alam dan keindahan pantainya, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang tercermin melalui berbagai kerajinan tangan tradisional. Beragam hasil karya masyarakat Papua kini menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang datang berkunjung ke Bumi Cenderawasih.
Kerajinan khas Papua memiliki ciri unik karena dibuat secara tradisional dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dari hutan dan lingkungan sekitar. Selain bernilai ekonomi, karya-karya tersebut juga menyimpan makna budaya yang kuat dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Papua.
Salah satu kerajinan paling terkenal dari Jayapura adalah noken. Tas tradisional khas Papua ini dibuat dari serat alam seperti kulit kayu, rotan, atau akar tanaman hutan yang dipintal secara manual.
Noken bukan sekadar tas biasa bagi masyarakat Papua. Dalam kehidupan sehari-hari, noken digunakan untuk membawa hasil kebun, perlengkapan rumah tangga, hingga menggendong bayi. Tas tradisional ini bahkan telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.
Di kalangan masyarakat Papua, noken juga memiliki makna simbolis. Pemberian noken kepada seseorang sering dianggap sebagai bentuk penghormatan, persahabatan, dan ikatan kekeluargaan. Karena nilai budayanya yang tinggi, noken kini banyak dijadikan cenderamata khas Papua oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca juga: Cenderawasih hingga Kanguru Pohon, Papua Jadi Rumah Satwa Endemik Paling Unik di Indonesia
Selain noken, ukiran kayu khas Asmat juga menjadi salah satu kerajinan tangan yang paling diminati. Ukiran ini berasal dari budaya Suku Asmat yang terkenal dengan kemampuan seni pahatnya sejak ratusan tahun lalu.
Patung dan ukiran Asmat biasanya dibuat dari kayu hutan dengan bentuk yang menggambarkan leluhur, kehidupan adat, hingga simbol spiritual masyarakat setempat. Setiap ukiran memiliki filosofi dan cerita tersendiri yang berkaitan dengan tradisi suku Asmat.
Kini, ukiran Asmat tidak hanya digunakan dalam ritual adat, tetapi juga berkembang menjadi produk seni bernilai tinggi. Banyak wisatawan membeli miniatur patung Asmat, gantungan kunci, hingga pajangan rumah sebagai oleh-oleh khas Papua.
Kerajinan tangan lainnya yang cukup dikenal adalah topi bulu Papua. Aksesori tradisional ini dibuat menggunakan bulu burung khas Papua seperti kasuari dan cenderawasih, dipadukan dengan anyaman alami dan hiasan tradisional.
Topi bulu biasanya digunakan dalam upacara adat atau tarian tradisional oleh masyarakat Papua. Selain menjadi simbol budaya, topi tersebut juga mencerminkan kedekatan masyarakat Papua dengan alam dan satwa endemik yang hidup di wilayah mereka.
Di sejumlah pusat oleh-oleh di Jayapura, topi bulu Papua kini dijual dalam berbagai ukuran dan desain untuk memenuhi permintaan wisatawan. Meski demikian, penggunaan bahan dari satwa dilindungi kini semakin diawasi untuk menjaga kelestarian fauna Papua.
Baca juga: Burung Sikatan, Hewan Endemik di Pulau Biak
Selain kerajinan berbahan kayu dan serat alam, Papua juga terkenal dengan mutiara Raja Ampat yang memiliki kualitas tinggi. Perhiasan mutiara dari Papua menjadi salah satu produk unggulan yang banyak diminati karena warna dan kilau alaminya yang khas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Traveloka