Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 22 MEI 2026 • 18:46 WIB

Cenderawasih hingga Kanguru Pohon, Papua Jadi Rumah Satwa Endemik Paling Unik di Indonesia

Cenderawasih hingga Kanguru Pohon, Papua Jadi Rumah Satwa Endemik Paling Unik di IndonesiaBurung Cenderawasih merah bertengger di kawasan hutan Papua. (Ist)

PAPUA - Pulau Papua tidak hanya dikenal karena bentang alamnya yang eksotis, tetapi juga sebagai rumah bagi berbagai satwa endemik yang unik dan langka. Kekayaan fauna Papua bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia karena banyak spesies yang hanya dapat ditemukan di wilayah tersebut.

Keanekaragaman hayati Papua tersebar mulai dari hutan hujan tropis, pegunungan, rawa-rawa, hingga kawasan pesisir dan laut. Kondisi alam yang masih cukup terjaga membuat Papua menjadi habitat alami bagi berbagai jenis satwa khas yang memiliki bentuk dan karakteristik berbeda dari hewan di daerah lain.

Salah satu satwa paling terkenal dari Papua adalah Burung Cenderawasih Merah (Paradisaea rubra). Burung ini dikenal dunia sebagai “Bird of Paradise” atau burung surga karena memiliki bulu yang sangat indah dan warna mencolok.

Cenderawasih merah jantan memiliki bulu kuning kecokelatan dengan hiasan bulu merah darah di bagian tubuhnya. Keunikan lainnya terletak pada dua ekor panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam yang menjadi daya tarik utama spesies tersebut. Ukuran tubuh pejantan bisa mencapai sekitar 75 sentimeter.

Selain cenderawasih merah, Papua juga memiliki jenis Cenderawasih Mati-Kawat (Seleucidis melanoleuca). Burung ini berukuran lebih kecil dengan panjang sekitar 33 sentimeter dan hidup di kawasan hutan dataran rendah Papua.

Baca juga: Burung Sikatan, Hewan Endemik di Pulau Biak

Ciri khas burung jantan terdapat pada bulu hitam mengkilap dengan bagian perut berwarna kuning serta hiasan menyerupai kawat hitam di tubuhnya. Sementara betina memiliki warna lebih sederhana dengan dominasi cokelat tanpa hiasan kawat seperti pejantan.

Papua juga menjadi habitat bagi berbagai jenis kasuari, burung besar yang tidak dapat terbang. Salah satunya adalah Kasuari Gelambir Tunggal atau Kasuari Leher Emas (Casuarius unappendiculatus). Burung ini hidup di wilayah utara Papua dan dikenal sebagai satwa yang cenderung hidup menyendiri di hutan.

Jenis lainnya adalah Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti), yang menjadi spesies kasuari paling kecil. Meski disebut kerdil, tinggi burung ini tetap dapat mencapai lebih dari satu meter. Kasuari ini memiliki tanduk berbentuk segitiga dengan gelambir yang tidak menggantung.

Dari kelompok burung merpati, Papua memiliki Mambruk Victoria (Goura victoria). Burung dara bermahkota ini dikenal karena jambul indah berbentuk kipas berwarna putih kebiruan. Mambruk Victoria menjadi salah satu burung paling eksotis di Papua dengan perpaduan warna biru abu-abu dan merah marun pada bagian dada.

Selain burung, Papua juga menyimpan kekayaan satwa laut endemik, salah satunya Hiu Karpet Berbintik (Hemiscyllium freycineti). Hiu unik ini hidup di perairan Raja Ampat dan memiliki corak tubuh menyerupai macan tutul dengan pola heksagonal berwarna cokelat.

Di wilayah pegunungan Papua, terdapat Kanguru Pohon Mantel Emas (Dendrolagus pulcherrimus). Satwa ini hidup di kawasan hutan pegunungan dan memiliki bulu cokelat muda dengan garis keemasan di bagian punggungnya. Kanguru ini juga dikenal memiliki ekor panjang yang membantu keseimbangan saat bergerak di pepohonan.

Baca juga: Plat A Daerah Mana? Ini Daftar Lengkap Kota dan Kode Belakangnya

Papua juga menjadi habitat Kanguru Pohon Mbaiso (Dendrolagus mbaiso), salah satu spesies kanguru pohon yang hanya ditemukan di wilayah Papua. Keberadaan kanguru pohon menjadi bukti uniknya fauna Papua yang memiliki kemiripan dengan satwa khas Australia dan Papua Nugini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cenderawasih hingga Kanguru Pohon, Papua Jadi Rumah Satwa Endemik Paling Unik di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!