Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 MEI 2026 • 19:16 WIB

Sidang BPUPKI Jadi Pondasi Kemerdekaan, Dari Perdebatan Dasar Negara hingga Lahirnya Pancasila

Sidang BPUPKI Jadi Pondasi Kemerdekaan, Dari Perdebatan Dasar Negara hingga Lahirnya PancasilaSuasana ilustrasi sidang BPUPKI tahun 1945 yang mempertemukan para tokoh nasional (Piffleme)

PAPUA – Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak lahir begitu saja pada 17 Agustus 1945. Jauh sebelum proklamasi dikumandangkan, para tokoh bangsa telah lebih dulu mempersiapkan pondasi negara melalui berbagai perdebatan panjang dan penuh gagasan besar. Salah satu momen paling penting itu terjadi dalam sidang BPUPKI pada tahun 1945.

BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk oleh pemerintah Jepang pada 1 Maret 1945. Dalam bahasa Jepang, lembaga ini dikenal dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai. Tujuan pembentukannya adalah untuk mempelajari dan mempersiapkan hal-hal penting yang berkaitan dengan rencana kemerdekaan Indonesia.

Meski dibentuk oleh Jepang di tengah Perang Dunia II, BPUPKI justru dimanfaatkan para tokoh nasional sebagai ruang untuk merancang masa depan Indonesia merdeka. Di sinilah para pemimpin bangsa mulai menyusun dasar negara, konstitusi, hingga bentuk pemerintahan yang akan digunakan setelah Indonesia bebas dari penjajahan.

BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Ichibangase Yosio dan R.P. Soeroso. Anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh besar dari berbagai daerah dan latar belakang, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Soepomo, Agus Salim, Ki Bagus Hadikusumo, Abikoesno Tjokrosoejoso, hingga A.A. Maramis.

Baca juga: Konflik Nduga Memanas, TPNPB Klaim Tiga Anggota Tewas dalam Serangan Drone

Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di Gedung Chuo Sangi In, Jakarta, yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Fokus utama sidang pertama adalah membahas dasar negara Indonesia merdeka.

Hari pertama sidang dibuka dengan pidato Mohammad Yamin pada 29 Mei 1945. Dalam pidatonya yang berjudul “Azas dan Dasar Negara Indonesia Merdeka”, Yamin menyampaikan lima asas penting yang menurutnya harus menjadi fondasi negara.

Lima asas tersebut yakni Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Gagasan Yamin dianggap menjadi salah satu konsep awal yang memperkuat arah pembentukan ideologi Indonesia.

Setelah Yamin, giliran Soepomo yang menyampaikan pandangannya pada 31 Mei 1945. Soepomo menekankan konsep negara integralistik, yaitu negara yang mengutamakan persatuan nasional di atas kepentingan golongan maupun individu.

Menurut Soepomo, Indonesia tidak boleh menjadi negara yang terpecah karena kepentingan politik kelompok tertentu. Ia menginginkan negara yang menyatukan seluruh rakyat dalam semangat kebangsaan dan persatuan. Pemikiran tersebut kemudian banyak memengaruhi konsep sistem ketatanegaraan Indonesia.

Baca juga: Sengketa Tanah Kapling Rp7 Juta di Timika Mandek Lima Tahun, Pembeli Ancam Tempuh Jalur Hukum

Puncak sidang pertama terjadi pada 1 Juni 1945 ketika Soekarno menyampaikan pidato monumental yang kemudian dikenal sebagai “Lahirnya Pancasila”. Dalam pidato itu, Soekarno memperkenalkan lima prinsip dasar negara yang menjadi tonggak ideologi Indonesia.

Lima prinsip yang disampaikan Soekarno meliputi Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Soekarno kemudian memberi nama kelima prinsip tersebut sebagai “Pancasila”.

Pidato Soekarno mendapat sambutan luas dari peserta sidang karena dianggap mampu merangkum nilai kebangsaan, persatuan, demokrasi, dan religiusitas bangsa Indonesia. Tanggal 1 Juni kemudian dikenang sebagai Hari Lahir Pancasila.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tempo

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sidang BPUPKI Jadi Pondasi Kemerdekaan, Dari Perdebatan Dasar Negara hingga Lahirnya Pancasila

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!