Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 MEI 2026 • 19:10 WIB

Konflik Nduga Memanas, TPNPB Klaim Tiga Anggota Tewas dalam Serangan Drone

Konflik Nduga Memanas, TPNPB Klaim Tiga Anggota Tewas dalam Serangan DroneKondisi salah satu bangunan yang disebut sebagai pos pertahanan TPNPB di wilayah Nduga terlihat terbakar usai insiden yang diklaim sebagai serangan drone bom, Kamis malam (29/5/2026). (Ist)

PAPUA – Situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan setelah KOMNAS TPNPB melalui juru bicara Sebby Sambom merilis siaran pers kedua pada Jumat (29/5/2026). Dalam pernyataan itu, TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma mengklaim terjadi serangan drone bom yang dilakukan aparat TNI terhadap salah satu pos mereka di wilayah Nduga.

Menurut klaim yang disampaikan TPNPB, serangan tersebut disebut terjadi pada 18 Mei 2026 sekitar pukul 15.30 WIT. Dalam serangan itu, tiga anggota TPNPB dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan yang menghantam pos pertahanan mereka.

TPNPB menyatakan informasi tersebut diterima langsung dari Panglima Kodap III Ndugama-Derakma yang mereka sebut sebagai Brigjen Egianus Kogoya. Nama Egianus kembali mencuat setelah sebelumnya beredar kabar yang menyebut dirinya telah tewas dalam operasi militer di wilayah Nduga.

Dalam siaran pers itu, TPNPB menyebut tiga anggota yang diklaim meninggal dunia yakni Lut Wumangge alias Medak-Medak, Ison Nirigi, dan Hesnia Murib. Ketiganya disebut merupakan bagian dari struktur pasukan TPNPB di wilayah Nduga.

Lut Wumangge alias Medak-Medak disebut berpangkat Letnan II dan menjabat sebagai Penasehat TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma. Dalam rilis tersebut, ia disebut sebagai sosok yang memiliki kemampuan strategi wilayah dan taktik perang di lingkungan TPNPB.

Sementara itu, Ison Nirigi disebut sebagai perwira anggota Batalyon Yuguru. Nama lainnya, Hesnia Murib, menjadi perhatian karena disebut sebagai anggota Korps Wanita TPNPB yang berpangkat perwira. Dalam siaran pers tersebut, Hesnia juga disebut merupakan istri dari “Semut Merah Kogeya” yang dikabarkan telah meninggal lebih dahulu dalam konflik bersenjata di Papua.

TPNPB menyatakan kematian ketiga anggotanya menjadi kehilangan besar bagi struktur Kodap III Ndugama-Derakma. Dalam bagian lain siaran pers, Egianus Kogoya disebut mengumumkan duka nasional kepada seluruh pasukan TPNPB yang berada di tiga Kowip dan 13 batalyon di Papua.

Baca juga: Sengketa Tanah Kapling Rp7 Juta di Timika Mandek Lima Tahun, Pembeli Ancam Tempuh Jalur Hukum

Selain itu, TPNPB juga menyerukan kepada rakyat Papua untuk “bersatu melawan penjajahan Indonesia”. Pernyataan tersebut kembali memperlihatkan bagaimana konflik Papua masih diwarnai narasi perlawanan bersenjata dan propaganda politik dari kedua pihak yang bertikai.

Dalam rilis yang sama, Egianus Kogoya juga membantah kabar sebelumnya yang menyebut dirinya telah meninggal dunia. Ia menyatakan informasi tersebut merupakan “permainan aparat militer Indonesia untuk melemahkan perjuangan”.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI, Kodam XVII/Cenderawasih, maupun Pemerintah Kabupaten Nduga terkait klaim serangan drone, lokasi kejadian, ataupun jumlah korban yang disebutkan dalam siaran pers tersebut.

Ketiadaan akses independen ke wilayah konflik membuat informasi dari kedua pihak sering kali sulit diverifikasi secara terbuka. Situasi ini menimbulkan ruang simpang siur informasi yang berpotensi memperkeruh kondisi keamanan dan psikologis masyarakat sipil di Papua Pegunungan.

Baca juga: Mitos di Tanah Papua, Dari Suanggi Hingga Kisah Leluhur Penjaga Alam

Konflik bersenjata di Papua sendiri terus menjadi perhatian nasional maupun internasional karena dampaknya yang langsung dirasakan warga sipil. Tidak sedikit masyarakat di daerah pedalaman yang hidup dalam ketakutan akibat kontak senjata, pengungsian, hingga terbatasnya akses pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Konflik Nduga Memanas, TPNPB Klaim Tiga Anggota Tewas dalam Serangan Drone

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!