Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 10 JULI 2025 • 12:52 WIB

Korban Salah Sasaran, Keluarga Arak Jenazah dan Desak Penyelesaian Adat

Korban Salah Sasaran, Keluarga Arak Jenazah dan Desak Penyelesaian AdatWali Kota Sorong dan Kapolreata Sorong Kota saant menemui Keluarga Korban yang mendatangi kantor wali kota Sorong. (Dok. Trisatrisnah)

PAPUA- Jenazah DM, korban pembunuhan salah sasaran di Kota Sorong, diarak oleh keluarga besar dan kerabat menuju Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (10/7/2025). 

Dalam orasi mereka di halaman kantor wali kota, perwakilan keluarga korban dan tokoh masyarakat dari Suku Binasket meminta pemerintah agar menertibkan peredaran miras yang dinilai menjadi pemicu utama konflik sosial di Kota Sorong.

Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan rasa belasungkawa serta komitmen untuk mendampingi proses penyelesaian baik secara hukum maupun adat.

“Saya tahu keluarga Momot adalah keluarga yang baik dan tidak pernah buat masalah. Hari ini mereka datang bukan dengan amarah, tapi dengan tangis dan penghormatan kepada saya sebagai pimpinan daerah,”ujar Wali Kota.

Ia juga menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Pelaku berinisial NW telah diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, penyelesaian secara adat tetap akan ditempuh seagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

"Kami sudah duduk bersama dua suku besar di Sorong, yaitu Suku Biak dan Suku Tehit. Mereka sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara adat,”*lanjutnya.

Wali kota juga menyoroti bahaya miras terhadap generasi muda Papua, yang kerap menjadi korban atau pelaku dalam konflik sosial.

“Minuman keras ini sudah merusak masa depan anak-anak kita. Pemerintah akan ambil langkah tegas. Kami juga akan fasilitasi pemulangan jenazah dan proses adat yang akan dilakukan oleh keluarga,”tegasnya.

Dalam pertemuan itu turut hadir Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto, serta perwakilan DPRD Kota Sorong. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penyelesaian kasus ini dan menjaga stabilitas keamanan selama proses berlangsung.

Kapolresta Happy Perdana mengungkapkan bahwa pihaknya bersama pemerintah kota dan tokoh-tokoh adat telah melakukan koordinasi terkait penyelesaian secara adat.

“Sudah ada pertemuan antara wali kota, kepolisian, dan para ketua suku. Kepala Suku Biak, Bapak Hengki, sementara ini sedang membicarakan langkah penyelesaian secara internal dengan pihak keluarga dan komunitas adat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jenazah akan dimakamkan terlebih dahulu, dan setelah itu proses adat baru akan dijalankan.

“Setelah prosesi pemakaman, kedua pihak dari dua suku besar akan duduk bersama membahas mekanisme penyelesaian adat, termasuk denda dan bentuk pertanggungjawaban lainnya,” tambahnya.

Kapolresta juga mengonfirmasi bahwa satu pelaku telah diamankan, dan kasus masih dalam pengembangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Korban Salah Sasaran, Keluarga Arak Jenazah dan Desak Penyelesaian Adat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!