Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 23:37 WIB

Tragedi di Reremi Puncak: Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Asusila dalam Kasus Pembunuhan Istri Pejabat KPP

Tragedi di Reremi Puncak: Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Asusila dalam Kasus Pembunuhan Istri Pejabat KPPPolresta Manokwari saat melakukan konferensi pers (Papuadalamberita)

Papua — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari memastikan tidak ada indikasi tindakan asusila atau pelecehan seksual dalam kasus pembunuhan terhadap Aresty Gunar Tinarga (38), istri seorang pejabat di Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Kepastian itu disampaikan Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, S.I.K., dalam konferensi pers di Mapolresta Manokwari, Rabu (12/11/2025).

Aresty ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di rumah kontrakan miliknya di kawasan Reremi Puncak, Manokwari Barat, pada Senin (10/11/2025). Korban dibunuh secara brutal oleh Yahya Himawan alias Gamblong (29), yang diketahui bekerja sebagai tukang bangunan di rumah tersebut. Peristiwa ini sontak mengguncang masyarakat Manokwari.

Baca juga: Mantan Anggota OPM Pilih Damai, Ingin Bangun Papua Bersama NKRI

Jenazah korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak utuh, dengan bagian tubuh terpotong menjadi tiga bagian dan disembunyikan di dalam septic tank di rumah kontrakan yang tengah direnovasi. Lokasi kejadian berjarak sekitar 100 meter dari tempat karaoke Melodica, kawasan yang cukup ramai di wilayah Reremi.

Kapolresta Ongky menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal dan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual pada tubuh korban. “Sampai saat ini, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada indikasi tindakan asusila terhadap korban. Namun penyelidikan belum berhenti, kami masih terus mendalami semua kemungkinan,” ujarnya.

Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga dibunuh dengan tiga tusukan pisau di bagian dada kiri. Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku kemudian memotong tubuh korban dan berusaha menyembunyikannya untuk menghilangkan jejak. Aksi keji itu dilakukan dengan tenang di rumah yang sedang direnovasi oleh pelaku.

Tim penyidik Polresta Manokwari kini tengah menelusuri motif utama pembunuhan, apakah terkait permasalahan pribadi, ekonomi, atau faktor lain yang bersifat spontan. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan kerja pelaku dan warga sekitar lokasi kejadian, guna memperkuat kronologi peristiwa.

“Motif pelaku masih kami dalami. Semua fakta yang muncul di lapangan sedang kami cocokkan dengan keterangan saksi-saksi,” tambah Kombes Ongky. Ia menegaskan bahwa penyidik tidak akan terburu-buru menyimpulkan kasus ini mengingat banyak aspek yang perlu diverifikasi.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena korban merupakan istri pejabat di instansi pemerintah. Masyarakat Manokwari menyampaikan rasa duka dan berharap kepolisian segera menuntaskan penyelidikan agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

Baca juga: Gubernur Papua Apresiasi Dukungan Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Dorong Pemerataan dan Kualitas Pendidikan di Tanah Papua

Sementara itu, pelaku Yahya Himawan kini telah diamankan di sel tahanan Polresta Manokwari dan dijerat dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan penghilangan jejak kejahatan. Penyidik masih terus menggali keterangan dari pelaku untuk mengungkap motif sebenarnya di balik aksi sadis tersebut.

Kepolisian berjanji akan membuka hasil perkembangan penyidikan kepada publik secara transparan. “Kami memastikan penyelidikan dilakukan profesional dan tuntas. Keadilan bagi korban dan keluarganya adalah prioritas kami,” tutup Kapolresta Ongky.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tragedi di Reremi Puncak: Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Asusila dalam Kasus Pembunuhan Istri Pejabat KPP

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!