Ketua YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka (Ist.)
Papua – Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa keberhasilan program beasiswa bagi anak-anak asli Papua tidak hanya bergantung pada lembaga penyedia beasiswa, tetapi juga pada peran aktif dan dukungan emosional orang tua di rumah.
Berbicara dalam kegiatan evaluasi pendidikan penerima beasiswa YPMAK di Timika, Senin (11/11/2025), Dr. Tumuka mengingatkan bahwa keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak.
“Kalau orang tua tidak memberikan motivasi dan semangat kepada anak, sebaik apa pun program beasiswa yang kami buat, hasilnya tidak akan maksimal. YPMAK butuh sinergi dengan keluarga,” ujarnya menekankan.
Baca juga: Pemkab Mimika Dorong Kesadaran Hunian Layak Lewat Sosialisasi Kebijakan Perumahan
Menurut Dr. Tumuka, masih banyak mahasiswa penerima beasiswa yang mengalami kendala menyelesaikan studi tepat waktu. Bahkan, sebagian harus berhenti di tengah jalan karena kurangnya dorongan dari orang tua atau keluarga terdekat.
Ia berharap agar orang tua tidak mudah mempengaruhi anak-anak untuk pulang karena persoalan kecil, melainkan terus memberi semangat agar mereka fokus menuntaskan pendidikan.
“Tugas kita adalah memastikan anak-anak Papua tidak menyerah sebelum berhasil. Orang tua harus jadi motivator utama,” kata Dr. Tumuka.
Dr. Tumuka juga mengungkapkan bahwa YPMAK bersama PT Freeport Indonesia terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sistem beasiswa agar lebih tepat sasaran.
Ke depan, calon penerima beasiswa lulusan SLTA akan diarahkan pada jurusan-jurusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk pendidikan vokasi dan sekolah kedinasan.
“Selama periode kepengurusan 2024–2029, kami sudah menegaskan arah baru program beasiswa ini — fokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar dan menengah di Mimika serta wilayah Papua Tengah.“Kalau pendidikan dasar belum kuat, maka jenjang tinggi akan terus menghadapi tantangan yang sama. Ini tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sejak awal program berjalan, beasiswa hasil kerja sama YPMAK dan PT Freeport Indonesia telah mencetak lulusan-lulusan unggul, termasuk empat dokter asli Amungme–Kamoro: dr. Beanal, dr. Sephia Chrisilla Jangkup, drg. Fransiska Poana, dan dr. Aprilda Yulifa Thalia Thomas Karupukaro.
Keberhasilan tersebut, menurut Dr. Tumuka, menjadi bukti nyata bahwa investasi di bidang pendidikan membawa dampak langsung bagi pembangunan sumber daya manusia Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: