Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 00:00 WIB

Kapolda Papua Tengah Turun Langsung Redam Konflik di Kwamki Narama: Dua Kelompok Bertikai Sepakat Berdamai

Kapolda Papua Tengah Turun Langsung Redam Konflik di Kwamki Narama: Dua Kelompok Bertikai Sepakat BerdamaiKapolda Papua Tengah dan Forkopimda saat mendamaikan pihak bertikai di kwamki narama (Ist.)

Papua — Situasi tegang yang sempat melanda Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, akhirnya mulai mereda. Hal ini terjadi setelah Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah dan Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, turun langsung menemui dua kelompok yang terlibat bentrok untuk mengupayakan perdamaian.

Kehadiran Kapolda dan jajaran Forkopimda di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan aparat keamanan dalam menyelesaikan konflik melalui pendekatan dialog dan kemanusiaan. Pertemuan berlangsung hangat namun tegas, di mana kedua pihak yang sebelumnya bertikai sepakat untuk menghentikan aksi kekerasan dan membuka ruang perdamaian.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Pol Alfred Papare menyampaikan pesan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dengan nada menenangkan namun penuh ketegasan. “Saya datang ke sini hanya untuk satu hal: kita hentikan pembalasan. Tadi saya sudah bicara dengan pihak korban agar tidak lagi melakukan aksi balasan. Kita duduk bersama, kita cari solusi terbaik supaya masalah ini tidak berlarut,” ujar Kapolda saat berdialog dengan warga, Kamis (13/11/2025).

Baca juga: BI Papua Pastikan Inflasi Terkendali dan Stok Pangan Aman Menjelang Natal dan Tahun Baru

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana. “Jangan ada lagi yang menghasut. Kalau masih ada yang coba memancing emosi masyarakat, kami akan tindak tegas. Kita semua harus menjaga agar tidak ada korban lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, termasuk seorang pendeta. Ia menyebut konflik ini sebagai luka sosial yang harus segera disembuhkan melalui kebersamaan dan empati antarwarga.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Puncak, saya merasa malu dan berduka. Konflik ini tidak boleh diteruskan. Saya tegaskan, perang ini harus berhenti sekarang juga!” ujar Nenu dengan suara tegas di hadapan masyarakat yang berkumpul di lokasi pertemuan.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pemerintah dan aparat bukan untuk memihak, melainkan untuk menengahi dan memastikan seluruh warga dapat hidup berdampingan dengan damai. “Kami datang untuk memastikan keamanan masyarakat. Tidak boleh ada lagi kekerasan di tanah ini. Mari kita jaga Timika sebagai rumah bersama,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Forkopimda Papua Tengah juga menyerukan agar masyarakat tetap mempercayakan penegakan hukum kepada aparat dan tidak melakukan tindakan di luar jalur hukum. Pendekatan dialog, kata mereka, merupakan cara paling bijak untuk menghentikan lingkar kekerasan yang kerap muncul di wilayah tersebut.

Baca juga: Tragedi di Reremi Puncak: Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Asusila dalam Kasus Pembunuhan Istri Pejabat KPP

Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama turut hadir dalam pertemuan itu dan menyatakan dukungannya terhadap upaya perdamaian yang digagas Kapolda dan pemerintah daerah. Mereka berharap peristiwa ini menjadi titik balik untuk memperkuat persaudaraan antarwarga dan membangun kembali rasa saling percaya.

Langkah Kapolda Papua Tengah dan Forkopimda mendapat apresiasi luas dari warga setempat. Banyak yang menilai bahwa pendekatan turun langsung ke lapangan jauh lebih efektif dibanding operasi represif. Dengan dialog terbuka dan pendekatan kemanusiaan, perdamaian di Kwamki Narama kini perlahan menemukan jalannya kembali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kapolda Papua Tengah Turun Langsung Redam Konflik di Kwamki Narama: Dua Kelompok Bertikai Sepakat Berdamai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!