Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 DESEMBER 2025 • 23:06 WIB

Masyarakat Iwaka Gelar Upacara Adat untuk Menyambut Pembangunan Markas Grup 6 Kopassus

Masyarakat Iwaka Gelar Upacara Adat untuk Menyambut Pembangunan Markas Grup 6 KopassusMasyarakat adat Distrik Iwaka bersama personel Grup 6 Kopassus dan pihak kontraktor pelaksana pembangunan melaksanakan upacara adat pada Minggu (21/12/2025) di Mimika, Papua Tengah. (papuanewsonline)

PAPUA — Masyarakat Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu (21/12/2025) menggelar upacara adat yang penuh makna untuk menyambut dimulainya tahap awal pembangunan markas Grup 6 Kopassus. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari masyarakat adat Iwaka, personel TNI dari Grup 6 Kopassus, serta pihak kontraktor pelaksana pembangunan. Upacara adat tersebut dipimpin oleh Komandan Grup 6 Kopassus Brigjen TNI Richard Arnold Sangari bersama Kepala Suku Iwaka, Elisius Awiyuta, yang menandai pentingnya hubungan antara pihak militer dan masyarakat adat di wilayah tersebut.

Upacara adat ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap adat istiadat lokal. Elisius Awiyuta, selaku Kepala Suku Iwaka, mengungkapkan bahwa prosesi adat ini memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat setempat, sebagai bentuk pengakuan terhadap nilai budaya yang telah ada sejak lama. "Ini adalah momen penting bagi kami semua," katanya, menandakan betapa pentingnya acara ini dalam menandai peristiwa besar yang terjadi di wilayah mereka.

Selama upacara berlangsung, dihadirkan doa dan permohonan restu dari leluhur agar seluruh rangkaian pembangunan berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan. Masyarakat Iwaka berharap agar pembangunan yang dimulai ini tetap memperhatikan nilai-nilai budaya lokal serta tidak melupakan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara berbagai pihak yang terlibat, termasuk TNI, kontraktor, dan masyarakat adat itu sendiri.

Baca juga: Beban Kerja di Kebun Sawit Mimika: Pemuda Kei Soroti Masalah Upah dan Dampak Lingkungan

Upacara ini juga merupakan kesempatan bagi masyarakat dan TNI untuk saling mengenal lebih dekat, mempererat hubungan, serta membangun komunikasi yang baik. Sebagai bagian dari penyambutan, prosesi adat ini bertujuan untuk memastikan bahwa proyek besar yang sedang dijalankan tetap menghormati norma sosial dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Iwaka. Harapannya, dengan adanya sinergi yang kuat antara masyarakat dan pihak pelaksana pembangunan, proyek ini dapat berjalan dengan tertib, efisien, dan membawa manfaat yang luas bagi semua pihak.

Selain itu, Brigjen TNI Richard Arnold Sangari juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat Iwaka. "Kami berkomitmen untuk selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat Iwaka," ujarnya. Pernyataan tersebut memperkuat tekad untuk memastikan bahwa pembangunan markas ini dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat setempat, serta mengedepankan prinsip saling menghormati dan bekerja sama.

Pembangunan markas Grup 6 Kopassus di Distrik Iwaka ini bukan hanya menjadi langkah penting bagi kekuatan militer di Papua, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan. Upacara adat tersebut mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian budaya serta lingkungan. Masyarakat Iwaka berharap agar setiap langkah pembangunan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya untuk keuntungan jangka pendek, tetapi juga untuk keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Melalui upacara adat ini, masyarakat Iwaka juga berharap agar pembangunan markas Grup 6 Kopassus dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan, serta mempererat hubungan antara masyarakat adat dengan aparat negara. Semua pihak berharap agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek pembangunan lainnya yang mengedepankan pendekatan yang inklusif, menjaga adat istiadat, dan menghormati lingkungan hidup.

Baca juga: Satgas Damai Cartenz Bagikan Makanan Ringan dan Bangun Kepercayaan Masyarakat

Dalam rangkaian acara tersebut, kehadiran personel TNI dan masyarakat adat dalam satu forum yang sama menjadi bukti bahwa proyek ini bukan hanya milik satu pihak, melainkan menjadi proyek bersama yang perlu dukungan dari semua elemen masyarakat. Sinergi antara TNI, masyarakat, dan pihak pelaksana pembangunan akan sangat menentukan kelancaran dan kesuksesan dari seluruh rangkaian proyek ini.

Upacara adat ini pun menjadi pengingat bahwa setiap pembangunan di wilayah ini harus dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap kearifan lokal. Seiring dengan dimulainya tahap awal pembangunan, diharapkan hubungan antara masyarakat Iwaka dan TNI dapat terus terjaga, serta proyek ini dapat berjalan dengan lancar tanpa mengabaikan nilai-nilai yang ada.

Sebagai simbol komitmen bersama, upacara adat ini menunjukkan betapa pentingnya untuk melibatkan masyarakat lokal dalam setiap langkah pembangunan yang diambil. Dengan menjaga keharmonisan antara tradisi dan modernitas, pembangunan yang dilakukan di Distrik Iwaka diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang dan membangun fondasi yang kuat untuk kemajuan wilayah Papua Tengah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Masyarakat Iwaka Gelar Upacara Adat untuk Menyambut Pembangunan Markas Grup 6 Kopassus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!