Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 05:15 WIB

Ketegangan Meningkat di Yahukimo, TPNPB Nyatakan Siaga Penuh Menyusul Intensifikasi Operasi Militer

Ketegangan Meningkat di Yahukimo, TPNPB Nyatakan Siaga Penuh Menyusul Intensifikasi Operasi MiliterPasukan TPNPB sedang siaga (Ist)

PAPUA – Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua, dilaporkan kembali memanas menyusul meningkatnya aktivitas militer Indonesia di wilayah tersebut, sebagaimana disampaikan dalam laporan Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau KOMNAS TPNPB.

Menurut laporan yang diterima dari Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, militer Indonesia dilaporkan melakukan pengiriman logistik dan kendaraan taktis menggunakan pesawat Hercules milik Angkatan Udara Indonesia yang mendarat di Bandar Udara Nop Goliath Dekai.

Pengiriman tersebut disebut sebagai bagian dari langkah intensifikasi operasi militer di wilayah Yahukimo yang dinilai telah berlangsung secara berkelanjutan dalam beberapa waktu terakhir.

Selain pengiriman logistik darat, laporan tersebut juga menyebutkan adanya operasi udara menggunakan pesawat nirawak atau drone yang diklaim membawa granat dan beroperasi di sejumlah wilayah Yahukimo.

Menanggapi kondisi tersebut, TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan berada dalam status siaga penuh dan menyampaikan kesiapan untuk menghadapi kemungkinan masuknya aparat militer Indonesia ke wilayah yang mereka klaim sebagai markas pertahanan.

Melalui pernyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara KOMNAS TPNPB, Sebby Sambom, disebutkan bahwa pasukan TPNPB yang tergabung dalam Batalyon HSSBY telah diperintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperketat pengamanan di sekitar wilayah Kota Dekai.

Baca juga: Bupati Boven Digoel Ikuti Evaluasi RAPBD 2026 di Merauke, Tekankan Anggaran Pro Rakyat dan Pembangunan Berkelanjutan

TPNPB juga mengimbau agar aparat militer maupun warga sipil tidak memasuki wilayah yang dinyatakan sebagai zona merah, dengan alasan keselamatan dan situasi keamanan yang dinilai rawan.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, TPNPB turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya salah satu prajurit aktif mereka, Lea Sobolim, anggota Batalyon Sisiba.

Menurut keterangan yang disampaikan, Lea Sobolim mengalami luka tembak pada 13 Desember 2025 saat terlibat dalam kontak bersenjata dan dinyatakan meninggal dunia pada 21 Desember 2025 akibat luka tembak di bagian paha yang dideritanya.

Jenazah Lea Sobolim dimakamkan di Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo pada 22 Desember 2025 dini hari, dengan prosesi yang disebut dilakukan secara internal oleh pasukan TPNPB.

Panglima Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, mengimbau seluruh pasukan di wilayahnya untuk tetap waspada, meningkatkan patroli, serta menjaga kedisiplinan dan kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi keamanan.

Dalam pernyataan resminya, TPNPB menegaskan bahwa peningkatan kehadiran militer Indonesia di Yahukimo tidak akan melemahkan semangat perjuangan mereka dan menyatakan tetap berpegang pada komitmen yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut.

Baca juga: Jelang Natal, Dewan Gereja Papua Suarakan Krisis Kemanusiaan dan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Tanah Papua

TPNPB juga menyampaikan pesan kepada pemerintah Indonesia dan pimpinan militer nasional agar memperhatikan situasi kemanusiaan dan dampak keamanan terhadap masyarakat sipil di wilayah konflik.

Pernyataan tersebut sekaligus ditujukan kepada masyarakat internasional agar memberikan perhatian serius terhadap perkembangan situasi keamanan di Yahukimo, yang dinilai masih rawan dan berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan lebih luas.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ketegangan Meningkat di Yahukimo, TPNPB Nyatakan Siaga Penuh Menyusul Intensifikasi Operasi Militer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!