Wacana ekspansi sawit Papua memicu kritik aktivis lingkungan dan sorotan publik di media sosial.PAPUA - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal rencana menanam kelapa sawit di Papua untuk mendukung swasembada energi nasional terus menuai kritik dari aktivis lingkungan dan masyarakat adat. Sorotan menguat setelah beredar foto alat berat di media sosial yang dikaitkan dengan rencana pembukaan lahan di Papua Selatan, terutama Merauke.
Pada 16 Desember 2025, Prabowo menyampaikan harapannya agar Papua ditanami kelapa sawit dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara.
“Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,” ujarnya.
Baca juga: Lelang WK Migas Tahap III 2025, Laode Sulaeman Ungkap 2 Wilayah Kerja Papua Masuk Area Frontier
Prabowo menekankan langkah itu ditujukan untuk menekan impor BBM dan mengejar target swasembada pangan serta energi dalam lima tahun. Namun, rencana tersebut dinilai berisiko terhadap lingkungan dan ruang hidup masyarakat setempat.
Organisasi lingkungan menilai pembukaan kebun sawit dalam skala besar dapat memicu dampak ekologis.
“Papua adalah benteng terakhir hutan hujan tropis Indonesia. Pembukaan skala besar akan memicu konflik agraria, hilangnya ruang hidup masyarakat adat, serta krisis iklim,” kata pernyataan WALHI pada 24 Desember 2025.
Baca juga: Kisah Cinta Online: Pria Asal Papua Syok Kekasih Facebook Ternyata Istri Orang
Foto yang ramai dibicarakan di platform X disebut diunggah oleh jurnalis senior Farid Gaban pada 18 Desember 2025. Unggahan itu memicu perhatian publik dan memperluas perdebatan soal rencana ekspansi sawit di Papua.
Di sisi lain, hingga kini pemerintah belum merinci lokasi serta langkah mitigasi lingkungan terkait rencana tersebut. Aktivis meminta evaluasi menyeluruh agar kebijakan tidak memicu persoalan baru di Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: