Tampak Gedung Stasiun Meteorologi BMKG Timika yang berlokasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah (Ist)
PAPUA — Warga Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menghadapi kondisi cuaca yang tidak biasa menjelang penghujung tahun 2025, di mana suhu udara terasa panas ekstrem meski intensitas hujan tergolong tinggi.
Fenomena ini menciptakan rasa gerah yang cukup menyengat, berbeda dari karakter musim penghujan pada umumnya yang biasanya diiringi penurunan suhu udara secara signifikan.
Berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Indonesia yang mengalami pendinginan saat curah hujan meningkat, Timika justru menunjukkan pola sebaliknya, dengan panas masih mendominasi sejak pagi hingga siang hari.
Hujan tidak turun secara merata sepanjang hari, melainkan terkonsentrasi pada waktu tertentu, sehingga sinar matahari tetap terasa kuat dalam durasi yang cukup panjang sebelum hujan mengguyur wilayah kota.
Baca juga: Administrasi Rampung, Hak Warga Belum Tuntas: Ganti Rugi Tanah di Mimika Masih Menggantung
Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono, menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi agar tidak berdampak pada kondisi kesehatan.
Berdasarkan catatan BMKG Mimika, suhu rata-rata udara selama Desember 2025 berada di kisaran 27 derajat Celsius, namun pada siang hari suhu dapat meningkat tajam.
Dalam kondisi cuaca cerah, suhu udara tercatat mampu mencapai 33 hingga 35 derajat Celsius sebelum hujan turun, terutama pada periode siang hingga sore hari.
Sony menjelaskan bahwa karakteristik hujan pada bulan Desember didominasi oleh pembentukan awan-awan besar yang muncul pada sore hari dan bergerak dari arah utara menuju Kota Timika hingga kawasan Pomako di pesisir selatan.
Pola cuaca yang terjadi umumnya diawali dengan pagi yang cerah, disusul panas terik pada siang hari, kemudian hujan baru turun pada sore menjelang malam.
BMKG juga mencatat bahwa hujan lebat yang disertai petir berpotensi terjadi secara rutin pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 20.00 WIT dengan durasi sekitar satu hingga dua jam.
Baca juga: Soroti Arah APBD 2026, DPRK Fakfak Dorong Anggaran Lebih Berpihak pada Orang Asli Papua
Apabila pembentukan awan berlangsung lebih masif, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang bertahan hingga tengah malam di sejumlah wilayah.
Memasuki Januari 2026, BMKG memprediksi pola cuaca di Mimika tidak akan mengalami perubahan yang signifikan, dengan perbedaan utama berupa peningkatan kecepatan angin berkisar antara 3 hingga 5 knot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: