PAPUA - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal dan temu kangen yang diselenggarakan oleh Rumah Yatim dan Dhuafa Baiturrosul di Kabupaten Mimika, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan pengasuh, anak-anak panti, serta masyarakat dan para donatur dalam nuansa kekeluargaan yang kental pasca perayaan Idul Fitri.
Pengasuh Yayasan Baiturrosul, Muhammad Rafly, dalam kesempatan itu membagikan kisah awal berdirinya panti asuhan yang sarat dengan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial.
Ia menjelaskan bahwa panti tersebut didirikan pada tahun 2018, berawal dari kebiasaan almarhum ayahnya yang gemar membantu sesama tanpa pamrih.
“Awalnya tidak ada niat mendirikan panti. Hanya dari kebiasaan memberi makan dan membantu, hingga akhirnya ada sekitar 10 anak yang tinggal bersama kami, meskipun kondisi ekonomi saat itu sangat sederhana,” ungkap Rafly.
Baca juga: Gubernur Fakhiri Tanam Padi Perdana, Target 50 Hektare Sawah
Menurutnya, semangat berbagi itu terus tumbuh meski dalam keterbatasan, hingga akhirnya panti tersebut berkembang dan resmi berbadan hukum sebagai yayasan pada tahun 2025.
Ia juga mengenang pesan sederhana namun penuh makna dari almarhum ayahnya, “Ini untuk bekal saya nanti di akhirat.” Pesan tersebut menjadi pegangan dalam mengelola panti hingga saat ini.
Dalam keseharian, anak-anak panti tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan keagamaan secara rutin.
Rafly menyebutkan bahwa anak-anak mengikuti pendidikan di sekolah, seperti di YPMNU, serta mendapatkan pembelajaran agama setiap sore, mulai dari mengaji, membaca Yasin, hingga mengamalkan Ratib Al-Haddad.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi. Harapan kami, kebersamaan ini bisa terus berlanjut, tidak hanya hari ini, tetapi di waktu-waktu yang Allah izinkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustadz Amin, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengaku belum sempat berkunjung selama bulan Ramadan karena kesibukan, namun tetap menilai kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian yang luar biasa.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Ini menunjukkan kepedulian dan kebersamaan yang luar biasa dari semua pihak, baik donatur, simpatisan, maupun masyarakat,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com