Rabu, 25 MARET 2026 • 06:53 WIB

Serangan Pos Militer di Maybrat Tewaskan Satu Aparat, Warga Sipil Kembali Mengungsi

Author

Seorang anggota militer dilaporkan meninggal dunia akibat serangan yang diduga dilakukan oleh TPNPB. (papuanewsonline.com)

PAPUA - Insiden penembakan kembali terjadi di wilayah Papua, tepatnya di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, pada Minggu siang, 22 Maret 2026.

Peristiwa tersebut dilaporkan melibatkan kelompok bersenjata yang menyerang pos militer Indonesia di kawasan tersebut.

Dalam laporan yang beredar, serangan tersebut menyasar tiga aparat militer yang tengah bertugas di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, satu aparat dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka tembak serius.

Baca juga: Karyawan PT Freeport Tewas, TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, menyampaikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa korban meninggal akibat luka tembak di bagian dada, sementara dua korban lainnya dalam kondisi kritis dan telah dirujuk ke Sorong untuk penanganan lebih lanjut.

Wilayah Maybrat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat konflik yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Pemda Tegaskan Pansel Pegang Kendali, Proses Seleksi Sekda Nduga Diklaim Independen

Berbagai insiden kekerasan bersenjata kerap terjadi, sehingga menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan bagi masyarakat setempat.

Selain menimbulkan korban dari pihak aparat, kelompok tersebut juga mengklaim telah menyita sejumlah perlengkapan militer dalam insiden tersebut.

Situasi ini berdampak langsung terhadap warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian, di mana sebagian di antaranya kembali memilih mengungsi ke hutan demi menghindari risiko lanjutan.

Baca juga: Kendaraan Tenaga Kesehatan Jadi Sasaran, Situasi Keamanan Kian Memanas

Ketegangan meningkat setelah muncul laporan bahwa warga sebelumnya telah diminta kembali ke rumah, namun kembali merasa terancam akibat pecahnya insiden tersebut.

Kelompok tersebut juga menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas aksi penyerangan yang terjadi di wilayah tersebut.

Hingga kini, situasi keamanan di Maybrat masih dilaporkan dalam kondisi rawan, dengan aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan dan masyarakat menghadapi ketidakpastian akibat konflik yang belum mereda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU