Korban tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setelah mengalami luka akibat serangan di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan (papuanewsonline.com)PAPUA - Insiden kekerasan kembali terjadi di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, setelah seorang pria yang disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia menjadi korban penikaman di Dekai, Sabtu pagi, 21 Maret 2026 sekitar pukul 08.30 WIT.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pemukiman, Jalur 1 Perempatan, dan mengakibatkan korban mengalami luka tusuk serius hingga dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif.
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kekerasan di wilayah pegunungan Papua yang hingga kini masih menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat melalui pernyataan resminya mengakui bertanggung jawab atas aksi penikaman tersebut.
Pengakuan itu disampaikan oleh jajaran TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang menyebut bahwa tindakan tersebut dilakukan berdasarkan perintah pimpinan mereka di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, kelompok tersebut juga menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas aksi yang telah dilakukan, sekaligus menyampaikan pesan kepada aparat keamanan.
Selain itu, mereka mengeluarkan imbauan keras kepada pihak-pihak yang berada di wilayah konflik, termasuk warga pendatang yang beraktivitas di Yahukimo.
Pernyataan tersebut berisi peringatan bahwa tidak ada jaminan keamanan bagi warga sipil yang tetap berada di wilayah konflik bersenjata, sehingga diminta untuk segera meninggalkan area tersebut.
Baca juga: Kantor Imigrasi Jayapura: Lokasi dan Layanan Resmi Keimigrasian di Papua
Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi masyarakat sipil yang selama ini menggantungkan hidupnya di wilayah tersebut.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian dilaporkan semakin waspada terhadap potensi terjadinya kekerasan lanjutan, seiring meningkatnya tensi keamanan pasca-insiden.
Situasi ini juga menjadi perhatian berbagai pihak yang menilai perlunya langkah cepat untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah Yahukimo.
Baca juga: PMI Jayapura: Profil dan Lokasi Kantor Resmi di Sentani Papua
Aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan pengamanan sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat sipil yang berada di daerah rawan konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com