TPNPB OPM menyatakan bertanggung jawab atas insiden penembakan yang terjadi di area pertambangan Tembagapura. (papuanewsonline.com)PAPUA - Insiden penembakan kembali terjadi di kawasan Tembagapura, Papua Tengah, pada 11 Maret 2026, yang menewaskan satu karyawan dan melukai satu lainnya.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kekerasan di wilayah pertambangan yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Simson Mulia, sementara satu rekan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Keduanya merupakan karyawan dari Freeport-McMoRan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Baca juga: Pemda Tegaskan Pansel Pegang Kendali, Proses Seleksi Sekda Nduga Diklaim Independen
Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat melalui pernyataan resminya mengakui bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut.
Komandan TPNPB wilayah Tembagapura, Jeki Murib, menyebut aksi tersebut dilakukan atas perintah pimpinan kelompok mereka.
Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk protes terhadap aktivitas perusahaan yang mereka anggap ilegal di wilayah Papua.
Baca juga: Kendaraan Tenaga Kesehatan Jadi Sasaran, Situasi Keamanan Kian Memanas
Menurutnya, aktivitas perusahaan dinilai berdampak pada masyarakat adat serta pengelolaan sumber daya alam yang dianggap tidak adil.
Selain itu, kelompok tersebut juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bagian dari perjuangan yang mereka yakini, bukan sekadar kepentingan ekonomi semata.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh jajaran pusat organisasi TPNPB yang mengimbau anggotanya untuk bersikap tegas terhadap aktivitas yang dianggap merugikan.
Baca juga: Skandal Dana Hibah KPU Mimika Rp140,9 Miliar Terkuak, Dugaan Penyimpangan Dimulai dari Perencanaan
Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan pekerja dan masyarakat sipil yang berada di sekitar wilayah pertambangan.
Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut berpotensi terganggu seiring meningkatnya risiko keamanan akibat konflik yang berulang.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa wilayah Tembagapura masih berada dalam kondisi rawan, sehingga diperlukan langkah serius untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com