Rabu, 08 APRIL 2026 • 12:29 WIB

Mahasiswa Jayapura Soroti Ketimpangan Pengelolaan SDA Papua Dalam Aksi Damai

Author

Massa sedang melakukan aksi damai (Jubi)

PAPUA - Forum Independen Mahasiswa West Papua bersama sejumlah mahasiswa di Kota Jayapura menggelar aksi demonstrasi damai untuk memprotes pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua.

Aksi tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati kontrak karya pertama PT Freeport pada 7 April 1967.

Demonstrasi berlangsung di kawasan gapura Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura, Kota Jayapura, pada Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Mahasiswa Sentani Tolak Freeport Dan Serukan Hak Penentuan Nasib Sendiri Papua

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan ketidakpuasan terhadap pengelolaan kekayaan alam Papua yang dinilai belum memberikan keadilan bagi masyarakat adat.

Salah satu peserta aksi, Stenly Dambujai, menegaskan pentingnya melihat realitas pengelolaan sumber daya alam di Papua secara menyeluruh.

Menurutnya, persoalan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan dan demokrasi.

Baca juga: Sorong Memanas, Aksi 59 Tahun Kontrak Freeport Diwarnai Tuntutan Penutupan Dan Penolakan Militerisme

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa hadir sebagai representasi suara generasi muda Papua yang menginginkan keadilan dan penghormatan terhadap hak masyarakat adat.

Stenly juga menyoroti bahwa dalam praktiknya, kekayaan alam Papua lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak luar.

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai manfaat nyata yang diterima masyarakat lokal dari eksploitasi sumber daya alam.

Baca juga: Hujan Deras Rendam Pasar Baru Sanggeng, Aktivitas Pedagang Terganggu Dan Bangunan Disorot

Keberadaan perusahaan tambang besar seperti PT Freeport Indonesia turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut.

Mahasiswa menilai, meskipun perusahaan tersebut memiliki pendapatan besar, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat adat belum merata.

Stenly mengajak generasi muda Papua untuk berpikir kritis serta berani menyuarakan kebenaran demi memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.

Sementara itu, peserta aksi lainnya, Arius Siep, menambahkan bahwa berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan masih menjadi tantangan besar di Papua.

Ia menekankan pentingnya memikirkan masa depan generasi mendatang agar tetap memiliki ruang hidup yang layak di tanah sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jubi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU