Pedagang berusaha menyumbat air (Jubi)
PAPUA - Hujan deras yang mengguyur Kota Manokwari sejak beberapa jam terakhir menyebabkan sejumlah kawasan tergenang air, termasuk Pasar Baru Sanggeng pada Selasa (7/4/2026).
Genangan air bahkan mencapai lantai satu hingga lantai dua bangunan pasar, sehingga mengganggu aktivitas perdagangan.
Para pedagang terpaksa mengevakuasi barang dagangan mereka ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Baca juga: Terungkap Pencurian Patung Kasuari di Kantor Gubernur, Tiga Pelaku Diamankan Polisi
Pasar yang dibangun menggunakan dana APBD untuk pembebasan lahan serta APBN sekitar Rp162,8 miliar tersebut kini menjadi sorotan akibat kondisi drainase yang dinilai bermasalah.
Kepala Pasar Sentral Sanggeng Manokwari, Hamka Ismail, mengungkapkan bahwa air masuk melalui tangga darurat dan celah dinding bangunan.
Ia juga menjelaskan bahwa lantai tiga mengalami genangan karena tidak memiliki saluran pembuangan air yang memadai.
Baca juga: Aksi Damai FRP Timika Mengalir ke DPRK, Suara Penolakan Investasi dan Militerisme Menggema
Kondisi tersebut membuat air mengalir dari lantai atas hingga ke area lapak pedagang di lantai bawah.
Sejumlah lapak, termasuk milik pedagang bernama Haji Ahmad, dilaporkan ikut terendam air akibat luapan tersebut.
Air juga terlihat keluar dari saluran yang dibuat oleh kontraktor, mengalir dari lantai satu ke lantai dua dan menyebar ke berbagai titik.
Baca juga: Pengamanan ketat iringi aksi demonstrasi di DPRK Mimika, 300 personel gabungan disiagakan
Hamka berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap infrastruktur pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi