Selasa, 30 JUNI 2026 • 00:55 WIB

TPNPB Klaim Serangan Drone dan RPG Terjadi di Intan Jaya

Author

Suasana wilayah Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengklaim terjadi operasi militer yang melibatkan penggunaan drone, bom, dan RPG pada 26 Juni 2026. (Ist)

PAPUA – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM kembali mengeluarkan siaran pers yang memuat sejumlah klaim mengenai situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Pernyataan tersebut diterbitkan pada Sabtu (27/6/2026) dan ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.

Dalam siaran pers itu, TPNPB mengklaim terjadi operasi militer yang berlangsung di Distrik Agisiga pada Jumat (26/6/2026). Organisasi tersebut menyebut operasi dilakukan melalui jalur udara maupun darat.

Menurut rilis tersebut, aparat militer Indonesia disebut mulai melakukan operasi udara menggunakan drone sejak sekitar pukul 09.00 WIT hingga malam hari. Klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi dari pihak berwenang.

TPNPB juga mengklaim terjadi serangan bom di sejumlah kampung di Distrik Agisiga, yakni Kampung Unggau, Uyamuligo, dan Dibuga, sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIT.

Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menyebut serangan yang mereka klaim terjadi menyebabkan warga sipil meninggalkan permukiman sejak sore hingga malam hari. Mereka juga mengklaim ledakan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Selain itu, TPNPB mengklaim terjadi serangan lanjutan di Kampung Tausiga sekitar pukul 21.42 WIT. Mereka menyebut insiden tersebut turut mengakibatkan kerusakan pada kawasan permukiman.

Masih dalam siaran pers yang sama, TPNPB mengklaim aparat keamanan menggunakan senjata jenis RPG dalam operasi di Kampung Soali dan Danggoa pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 18.25 WIT.

Organisasi tersebut menyatakan suara ledakan dari operasi yang mereka klaim berlangsung itu terdengar hingga pusat Kota Sugapa. Namun informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga: TPNPB Klaim Gereja di Intan Jaya Diduduki Militer, TNI-Polri Belum Beri Tanggapan

Tidak hanya di Distrik Agisiga, TPNPB juga mengklaim operasi udara dan darat berlangsung di Distrik Hitadipa sekitar pukul 15.00 WIT pada hari yang sama.

Dalam keterangannya, TPNPB menyebut operasi tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Meski demikian, belum terdapat data resmi dari pemerintah maupun aparat keamanan mengenai kondisi tersebut.

Melalui siaran pers itu, TPNPB mendesak aparat keamanan menghentikan operasi militer yang menurut mereka masih berlangsung di Kabupaten Intan Jaya.

Mereka juga meminta penghentian penggunaan drone, bom, dan operasi bersenjata di wilayah tersebut, serta mendesak pemerintah menghentikan penangkapan terhadap warga sipil yang menurut mereka terjadi dalam rangkaian operasi tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari TNI, Polri, maupun Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait berbagai klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.

Karena itu, seluruh informasi mengenai dugaan operasi udara, penggunaan drone, bom, RPG, kerusakan permukiman, maupun pengungsian warga masih merupakan klaim sepihak dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM yang belum dapat diverifikasi secara independen. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU