PAPUA – Kehadiran Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, memberikan semangat baru bagi kontingen Paduan Suara Pria (PSP) asal Kota Jayapura yang tampil dalam ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Sabtu (27/6/2026).
Matius Fakhiri datang secara langsung untuk memberikan dukungan moral kepada seluruh peserta yang mewakili Provinsi Papua dalam kompetisi paduan suara tingkat nasional tersebut.
Ia mengatakan kehadirannya di Manokwari memang telah dijadwalkan secara khusus sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para kontingen Papua.
Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga menampilkan pujian untuk memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki.
"Hari ini saya datang melihat anak-anak dan saudara-saudara saya yang bertanding dalam rangka memuliakan Tuhan. Saya ingin memastikan mereka sehat dan berharap kehadiran saya membawa berkah sehingga mereka bisa membawa pulang gelar juara," ujar Matius Fakhiri.
Ia berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal dan menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian perlombaan.
Selain memberikan dukungan secara langsung, Gubernur Papua juga memastikan pemerintah provinsi akan memberikan penghargaan kepada kontingen apabila berhasil meraih prestasi.
Menurutnya, bentuk apresiasi tersebut merupakan penghormatan atas kerja keras dan dedikasi para peserta yang telah membawa nama Papua di tingkat nasional.
"Tentunya kalau juara, Pemerintah Provinsi Papua pasti memberikan apresiasi. Nanti kita urus itu," tegasnya.
Di lokasi yang sama, Dirigen sekaligus Pembina Paduan Suara Kota Jayapura, Xenocrates Nanthi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Papua kepada timnya.
Ia menilai kehadiran orang nomor satu di Papua tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota paduan suara sebelum tampil di hadapan dewan juri.
"Kehadiran Gubernur membuat kami semakin bersemangat karena mendapat dukungan moral yang besar. Meski jadwal tampil kami sempat diundur sedikit untuk menyesuaikan kehadiran beliau, hal itu sama sekali tidak mengurangi fokus tim," kata Xenocrates.
Ia menjelaskan kontingen Paduan Suara Pria Kota Jayapura telah mempersiapkan diri jauh sebelum pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Menurutnya, proses latihan dilakukan secara intensif selama hampir dua tahun sebagai bentuk keseriusan tim menghadapi kompetisi nasional.
Selama masa persiapan, tim juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk penundaan jadwal pelaksanaan serta perubahan personel karena beberapa anggota harus berpindah ke luar daerah.
Meski demikian, seluruh peserta tetap menjaga komitmen untuk terus berlatih dan mempertahankan kualitas penampilan.
"Hampir dua tahun kami bersiap. Walaupun sempat ada penundaan pelaksanaan dan beberapa penyanyi harus pindah ke luar daerah, kami tetap konsisten berlatih. Prinsip kami selalu rendah hati dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan," lanjutnya.
Terkait hasil yang akan diperoleh, Xenocrates memilih menyerahkan seluruh keputusan kepada dewan juri yang menilai jalannya perlombaan.
Ia mengatakan seluruh anggota tim telah berupaya memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki.
"Dengan penampilan tadi, hanya Tuhan yang menilai. Selebihnya, keputusan penuh ada di tangan dewan juri," tandasnya.
Kontingen Papua berharap penampilan mereka pada ajang Pesparawi Nasional XIV tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga menjadi wujud pelayanan, kebersamaan, serta kebanggaan bagi masyarakat Papua di tingkat nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: