PAPUA – Pelayanan di RSUD Dok II Jayapura menjadi sorotan setelah muncul laporan dugaan buruknya penanganan pasien yang memicu keprihatinan masyarakat.
Sorotan tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai meninggalnya empat pasien dalam rentang waktu sore hingga malam pada Sabtu, 25 Juli 2026, di ruang perawatan khusus rumah sakit tersebut.
Informasi itu disampaikan melalui pernyataan yang dipublikasikan oleh media Newsoneindonesia.com pada 26 Juli 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kondisi pelayanan di rumah sakit dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.
Selain laporan mengenai jumlah pasien yang meninggal, sejumlah keluarga pasien juga menyampaikan keluhan terkait proses pelayanan medis yang dinilai belum berjalan secara optimal.
Beberapa keluarga mengaku pasien harus berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain sebelum memperoleh penanganan yang jelas sesuai kebutuhan medisnya.
Mereka juga menilai proses pelayanan berlangsung lambat sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pasien maupun keluarga yang sedang menunggu tindakan medis.
Keluhan lainnya berkaitan dengan ketersediaan dokter. Sejumlah keluarga mengaku pernah memperoleh informasi bahwa dokter yang menangani pasien tidak berada di tempat sehingga proses pemeriksaan maupun tindakan harus menunggu.
Menurut laporan tersebut, kondisi itu membuat sebagian pasien yang membutuhkan penanganan segera tidak langsung memperoleh pelayanan sesuai harapan keluarga.
Dalam beberapa kasus, keluarga disebut memilih membawa pulang anggota keluarganya karena merasa proses pelayanan berlangsung terlalu lama.
Keputusan tersebut, menurut laporan yang beredar, diambil setelah keluarga mempertimbangkan kondisi pasien yang terus memburuk selama menjalani proses pelayanan di rumah sakit.
Laporan itu juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Dok II Jayapura sebagai rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Tanah Papua.
Berbagai pihak menilai keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai harus diimbangi dengan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, muncul desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, manajemen rumah sakit, serta kedisiplinan tenaga kesehatan yang bertugas.
Selain evaluasi internal, masyarakat juga meminta adanya penjelasan terbuka mengenai laporan meninggalnya empat pasien dalam satu hari agar informasi yang berkembang dapat dijelaskan secara transparan kepada publik.
Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus menjadi dasar dalam melakukan pembenahan apabila ditemukan kekurangan dalam sistem pelayanan.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari manajemen RSUD Dok II Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua yang memberikan tanggapan atas berbagai tudingan dan keluhan yang disampaikan dalam laporan tersebut.
Masyarakat berharap persoalan pelayanan kesehatan dapat segera ditangani melalui langkah evaluasi yang objektif, sehingga kualitas layanan di RSUD Dok II Jayapura semakin baik dan mampu memberikan pelayanan yang aman, cepat, serta profesional bagi seluruh pasien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: