Selasa, 28 JULI 2026 • 09:07 WIB

Presenter TVRI Papua Barat Ditemukan Meninggal Usai Sembilan Hari Pencarian

Author

Tim gabungan mengevakuasi jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Indorway, yang ditemukan di aliran Sungai Memti, Pegunungan Arfak. (Ist)

PAPUA – Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Indorway, ditemukan meninggal dunia setelah sembilan hari dinyatakan hilang akibat terseret arus deras di kawasan Sungai Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (18/7/2026) setelah diduga terseret arus sungai saat berada di lokasi sekitar pukul 11.05 WIT.

Jenazah Yanto akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada Senin (27/7/2026) di kawasan aliran Sungai Memti, tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.

Kabar duka tersebut menyelimuti keluarga besar TVRI Papua Barat, insan pers, serta masyarakat Papua Barat yang mengenal sosok Yanto sebagai presenter dan jurnalis.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat, Komisaris Besar Polisi Trihadi Kuncahyo, mengatakan proses pencarian berlangsung selama sembilan hari dengan melibatkan berbagai unsur.

Tim gabungan terdiri atas personel TNI, Polri, Basarnas, relawan, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang bersama-sama menyisir kawasan sungai dan hutan di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Pelayanan RSUD Dok II Disorot, Masyarakat Desak Evaluasi Menyeluruh

Selama operasi pencarian, tim menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari derasnya arus sungai hingga kondisi geografis Pegunungan Arfak yang dikenal memiliki medan curam dan sulit dijangkau.

Selain itu, perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi pencarian.

Menurut Trihadi, jenazah korban ditemukan sekitar 10 meter dari titik awal lokasi korban diduga terjatuh ke sungai.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja keras, koordinasi, serta kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

Setelah ditemukan, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi dengan hati-hati mengingat kondisi medan yang cukup berat.

Jenazah kemudian dibawa menuju lokasi yang lebih aman sebelum selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

Polda Papua Barat turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, termasuk pemerintah daerah, Basarnas, aparat keamanan, relawan, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Kepala Kampung Sisrang, Septer Towansiba, bersama para tokoh masyarakat dan pemuda yang turut berperan aktif selama operasi berlangsung.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan tingginya risiko beraktivitas di kawasan sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan debit air meningkat.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas maupun berwisata di sekitar aliran sungai dan kawasan pegunungan guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU