Selasa, 28 JULI 2026 • 14:08 WIB

Perdagangan Perbatasan Skouw-PNG Menggerakkan Ekonomi Warga Dua Negara

Author

Mama Vien, warga asal Wewak, Papua Nugini, menjajakan dagangannya di kawasan tapal batas PNG-RI di Kampung Wutong, wilayah perbatasan dengan Skouw, Kota Jayapura. (Jubi)

PAPUA - Aktivitas perdagangan di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG) terus menunjukkan geliat yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat di kedua negara. Kawasan perbatasan Skouw, Kota Jayapura, dan Kampung Wutong di Provinsi Sandaun, PNG, menjadi salah satu pusat interaksi ekonomi yang ramai dikunjungi warga.

Salah satu pedagang yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Vien, perempuan asal Wewak, Provinsi Sepik Timur, Papua Nugini. Setelah menikah dengan pria asal Kampung Wutong, ia menetap di wilayah tersebut dan mulai berjualan di kawasan perbatasan.

Selama tiga tahun terakhir, Vien menggantungkan penghasilannya dari aktivitas berdagang di Pasar Wutong yang berada tidak jauh dari perbatasan dengan Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Beragam makanan ringan dijual kepada para pengunjung yang datang ke kawasan tapal batas, di antaranya camilan kemasan dan sosis daging. Ramainya aktivitas perdagangan, terutama pada hari pasar, memberikan tambahan pendapatan bagi para pedagang setempat.

Untuk memasuki kawasan tapal batas, setiap warga diwajibkan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Pengunjung harus mendaftarkan diri di pos pemeriksaan sebelum memasuki area netral yang berada di antara wilayah Indonesia dan Papua Nugini.

Petugas perbatasan juga melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang melintas agar aktivitas di kawasan tersebut berjalan tertib sesuai ketentuan yang berlaku.

Kawasan perbatasan Wutong tidak hanya menjadi lokasi perdagangan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata bagi para pengunjung. Banyak warga Indonesia datang untuk menikmati panorama alam sekaligus mengabadikan momen di kawasan tersebut.

Pengunjung yang ingin memasuki area swafoto di wilayah Kampung Wutong dikenakan biaya sesuai ketentuan yang dikelola masyarakat setempat. Kondisi itu turut memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi warga Papua Nugini.

Menurut petugas di lapangan, jumlah warga PNG yang datang ke kawasan perbatasan dapat mencapai sekitar seribu orang dalam sehari, terutama pada hari libur maupun hari pasar.

Hari perdagangan paling ramai berlangsung setiap Selasa dan Sabtu. Waktu tersebut bertepatan dengan jadwal masyarakat Papua Nugini menerima gaji mingguan sehingga aktivitas belanja meningkat signifikan.

Baca juga: Keluarga Yanto Idorway Setujui Otopsi, Minta Publik Hentikan Spekulasi

Dari hasil pengamatan di lapangan, arus pembeli lebih banyak berasal dari Papua Nugini yang berbelanja di Pasar Skouw milik warga Indonesia. Mereka umumnya membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Meningkatnya aktivitas belanja juga berdampak positif terhadap jasa transportasi lokal. Pengemudi ojek maupun gerobak dorong memperoleh tambahan penghasilan karena membantu mengangkut barang belanjaan warga menuju terminal di wilayah Papua Nugini.

Akses jalan darat yang semakin baik dari Wewak menuju Aitape hingga Vanimo turut mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan perbatasan. Kondisi infrastruktur tersebut mendorong semakin banyak warga datang untuk berbelanja ke wilayah Skouw.

Transaksi perdagangan di kawasan perbatasan umumnya menggunakan mata uang Kina milik Papua Nugini. Warga membawa berbagai pecahan uang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar perbatasan.

Potensi ekonomi di kawasan Skouw juga terus berkembang seiring penguatan fasilitas perdagangan lintas negara. Pemerintah telah menetapkan kawasan tersebut sebagai salah satu pusat kegiatan kepabeanan dan perdagangan internasional yang diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor dari Papua.

Data sebelumnya menunjukkan nilai ekspor melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw telah mencapai miliaran rupiah. Kehadiran Terminal Barang Internasional turut membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar hingga ke Papua Nugini.

Selain menjadi jalur perdagangan, kawasan perbatasan juga berperan sebagai ruang interaksi sosial dan budaya antara masyarakat Indonesia dan Papua Nugini yang telah terjalin sejak lama.

Dengan dukungan infrastruktur, pelayanan lintas batas, serta tingginya aktivitas ekonomi masyarakat, kawasan Skouw diproyeksikan terus berkembang sebagai salah satu pusat perdagangan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Papua.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU