Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 13:23 WIB

Jejak Sejarah Kepulauan Yapen

Jejak Sejarah Kepulauan YapenPeta Kabupaten Kepulauan Yapen (peta kota)

PAPUA - Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan salah satu wilayah strategis di Provinsi Papua dengan ibu kota di Serui, yang menyimpan sejarah panjang perjuangan, perubahan administrasi, serta dinamika sosial politik yang membentuk identitas daerah hingga saat ini.

Wilayah ini pada awalnya dikenal sebagai Kabupaten Yapen Waropen, yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan kabupaten-kabupaten otonom di dalamnya.

Seiring perjalanan waktu, tumbuh aspirasi masyarakat agar nama daerah tersebut diubah menjadi Kabupaten Kepulauan Yapen, sebagai bentuk penegasan identitas geografis dan kultural yang mencerminkan karakter kepulauan.

Aspirasi tersebut diperjuangkan melalui berbagai forum resmi dan gerakan masyarakat yang dipelopori oleh tokoh-tokoh lokal seperti Stefanus Rumbewas, Aleks Berotabui, David Woisiri, dan Achmad Jalali, yang menyuarakan perubahan dalam rapat raksasa di tingkat provinsi.

Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Provinsi Irian Barat pada 7 Februari 1969, yang diundangkan pada 6 Maret 1969 oleh Gubernur Frans Kaisiepo, sekaligus meresmikan terbentuknya Kabupaten Yapen Waropen yang terpisah dari Kabupaten Teluk Cenderawasih.

Baca juga: Jejak Sejarah Biak Numfor dari abad ke-16

Dalam perkembangannya, struktur pemerintahan daerah mengelola berbagai urusan penting seperti kesejahteraan sosial, pertanian, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta pekerjaan umum demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemekaran wilayah pada tahun 2003 yang melahirkan Kabupaten Waropen menjadi tonggak penting berikutnya, sehingga mendorong perubahan nama Kabupaten Yapen Waropen menjadi Kabupaten Kepulauan Yapen berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2008.

Perubahan nama tersebut sekaligus menegaskan karakter wilayah sebagai gugusan pulau yang terdiri atas Yapen, Kurudu, Kaipuri, Miosnum, Miosindi, serta pulau-pulau Ambai, yang menyatu dalam harmoni geografis dan budaya.

Sejarah Kepulauan Yapen juga tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh nasional yang menggelorakan semangat kebangsaan, salah satunya kehadiran Dr. Sam Ratulangi di Serui pada tahun 1946 yang memicu tumbuhnya kesadaran nasionalisme di Tanah Papua.

Dari Serui, gagasan persatuan dengan Republik Indonesia semakin menguat melalui gerakan politik dan sosial yang dipelopori oleh tokoh-tokoh lokal, termasuk Silas Papare, Stefanus Rumbewas, dan Aleks Berotabui, yang berjuang menegaskan Papua sebagai bagian sah NKRI.

Baca juga: Pasar Hamadi: Pasar Terbesar Sebagai Pusat Perdagangan dan Budaya Jayapura

Silas Papare, tokoh legendaris asal Serui, dikenal gigih memperjuangkan kemerdekaan Papua dalam bingkai Indonesia, hingga ia dipercaya Presiden Soekarno menjadi anggota MPRS dan menyuarakan aspirasi rakyat Papua di forum nasional.

Semangat perjuangannya yang tulus diabadikan melalui gelar Pahlawan Nasional pada 14 September 1993, sekaligus mengukuhkan Serui dan Kepulauan Yapen sebagai salah satu pusat pergerakan nasionalisme di Tanah Papua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jejak Sejarah Kepulauan Yapen

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!