PAPUA - Papua tidak hanya dikenal karena kekayaan alam dan budayanya, tetapi juga karena melahirkan generasi muda berbakat yang berhasil menorehkan prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi internasional.
Sejumlah ilmuwan muda asal Papua bahkan mampu bersaing di tingkat dunia melalui penelitian dan pencapaian akademik yang membanggakan.
Salah satu nama yang dikenal luas adalah Yane Oktovina Ansanay yang tercatat sebagai doktor fisika perempuan pertama asal Papua.
Baca juga: Keunikan Aksesoris Pakaian Adat Papua Dari Mahkota Bulu Hingga Noken Yang Sarat Makna Budaya
Perempuan kelahiran Jayapura tersebut berhasil meraih gelar Doktor atau Ph.D. di bidang Fisika dari North Carolina State University, Amerika Serikat, pada tahun 2015.
Pencapaian tersebut diraih setelah bersaing dengan para peneliti dari berbagai negara seperti Jepang, China, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Bidang penelitian yang ditekuni Yane berfokus pada fisika terapan dan pengembangan energi baru terbarukan, termasuk pemanfaatan bahan alam sebagai sumber energi.
Selain aktif dalam dunia akademik, ia juga mendirikan Gerakan Papua Muda Inspiratif dan menjadi pengajar di Universitas Cenderawasih untuk mendorong lahirnya generasi muda Papua yang unggul.
Nama lain yang juga mencuri perhatian dunia adalah Septinus George Saa yang dikenal sebagai sosok jenius fisika sejak usia muda.
Ia pernah memenangkan ajang internasional “First Step to Nobel Prize in Physics” pada tahun 2004 melalui karya ilmiah berjudul Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resistor.
Prestasi tersebut membuka jalan bagi Septinus untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di luar negeri, termasuk di Florida Institute of Technology dan University of Birmingham.
Selain dikenal karena kemampuan analitisnya, Septinus juga memiliki komitmen besar untuk memajukan ilmu pengetahuan dan pembangunan di Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: