PAPUA - Papua dikenal sebagai wilayah dengan keragaman bahasa tertinggi di Indonesia bahkan dunia karena memiliki ratusan bahasa daerah yang masih digunakan oleh masyarakat adat di berbagai wilayah.
Jumlah bahasa yang tercatat di Tanah Papua diperkirakan mencapai lebih dari 250 hingga sekitar 428 bahasa ibu yang tersebar di berbagai suku dan daerah pedalaman maupun pesisir.
Bahasa-bahasa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga menjadi penyimpan sejarah, pengetahuan lokal, serta identitas budaya masyarakat Papua.
Baca juga: Keunikan Aksesoris Pakaian Adat Papua Dari Mahkota Bulu Hingga Noken Yang Sarat Makna Budaya
Secara umum, bahasa daerah di Papua terbagi ke dalam dua rumpun utama yaitu Austronesia atau Melanesia dan non-Austronesia yang dikenal sebagai bahasa Papua.
Salah satu bahasa yang cukup dikenal adalah bahasa Dani yang digunakan oleh masyarakat Suku Dani di kawasan Lembah Baliem, Papua Pegunungan.
Selain itu terdapat bahasa Biak yang digunakan masyarakat di wilayah Biak Numfor serta bahasa Sentani yang berkembang di sekitar kawasan Danau Sentani.
Di wilayah pesisir selatan Papua, masyarakat masih menggunakan bahasa Asmat, Awyu, Korowai, hingga Marind yang menjadi bagian penting dari identitas suku setempat.
Sementara itu, bahasa Moni digunakan oleh masyarakat di kawasan pegunungan tengah Papua dan masih aktif dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah banyaknya bahasa ibu, masyarakat Papua juga menggunakan Bahasa Melayu Papua sebagai bahasa penghubung antar suku dalam aktivitas sosial sehari-hari.
Dialek Melayu Papua berkembang menjadi lingua franca yang sering dipadukan dengan kosakata lokal dari berbagai bahasa daerah di Papua.
Meski memiliki kekayaan linguistik luar biasa, banyak bahasa daerah di Papua kini menghadapi ancaman kepunahan akibat berkurangnya penutur dari generasi muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: