PAPUA - Burung Cendrawasih menjadi salah satu satwa paling ikonik dari Papua yang terkenal karena keindahan bulunya yang memukau dan gerakannya yang anggun.
Burung endemik ini kerap dijuluki sebagai “Bird of Paradise” atau burung surga karena penampilannya yang dianggap sangat eksotis dan berbeda dari burung lain di dunia.
Cendrawasih termasuk dalam famili Paradisaeidae dan dikenal memiliki warna bulu cerah dengan kombinasi kuning, merah, hijau, biru, hingga hitam mengilap.
Baca juga: Masjid Al Baabul Munawwar Tembagapura : Masjid Terdalam Di Dunia
Habitat utama burung ini berada di kawasan hutan Papua, Papua Nugini, dan sebagian wilayah Australia timur yang masih memiliki ekosistem alami.
Sebagian besar spesies Cendrawasih hidup di hutan tropis lebat dan tidak melakukan migrasi seperti banyak jenis burung lainnya.
Julukan “Bird of Paradise” mulai populer sejak zaman penjelajahan Eropa ketika spesimen burung ini dibawa tanpa kaki sehingga muncul anggapan bahwa burung tersebut berasal dari surga.
Baca juga: Rekomendasi Workshop Batik Papua Dorong Kreativitas Dan Pelestarian Budaya
Burung Cendrawasih jantan terkenal memiliki ritual tarian kawin yang sangat unik untuk menarik perhatian betina.
Dalam proses tersebut, burung jantan akan memamerkan bulu-bulu indah sambil bergerak secara ritmis di atas ranting atau area terbuka di hutan.
Keunikan lain dari satwa ini adalah jumlah spesiesnya yang sangat beragam dengan sekitar 44 spesies yang tersebar dalam 17 genus.
Baca juga: Ini Ragam Upacara Adat Papua dan Filosofinya
Sebagian besar spesies tersebut ditemukan di Papua sehingga wilayah ini dikenal sebagai pusat utama keberadaan Cendrawasih di dunia.
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa beberapa jenis Cendrawasih memiliki kemampuan biofluoresensi, yaitu memancarkan cahaya tertentu yang membantu proses komunikasi dan seleksi pasangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: