Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 20:00 WIB

BPS Catat Inflasi Timika Capai 1,55 Persen di Oktober 2025

BPS Catat Inflasi Timika Capai 1,55 Persen di Oktober 2025Kepala BPS Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura (Papua Indozone)

Papua – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis data terbaru mengenai kondisi inflasi di Timika pada Oktober 2025. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi year-on-year (y-on-y) Timika tercatat sebesar 1,55 persen, dengan nilai IHK mencapai 111,74.

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura, S.S.T., GradDipl, menjelaskan bahwa angka inflasi tersebut mencerminkan adanya peningkatan harga pada beberapa kelompok pengeluaran utama, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga dan layanan pribadi.

Dalam laporannya, Ouceu mengungkapkan bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi di bulan Oktober, dengan kenaikan mencapai 17,56 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga produk-produk kecantikan, layanan salon, serta jasa kebersihan pribadi.

Baca juga: Yo Ondofol Ramses Wally Soroti Pergeseran Pejabat PUPR Papua: “Jangan Korbankan Pejabat Berintegritas demi Kepentingan Tertentu”

“Perawatan pribadi saat ini menjadi kebutuhan yang cukup meningkat, terutama karena tren gaya hidup dan meningkatnya aktivitas sosial masyarakat setelah pandemi. Hal ini turut mendorong kenaikan harga di sektor tersebut,” jelas Ouceu saat memberikan keterangan pers di Kantor BPS Timika, Senin (10/11).

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,51 persen, disusul oleh rekreasi, olahraga, dan budaya yang naik 2,99 persen, serta kesehatan yang naik 2,87 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut berkontribusi dengan kenaikan sebesar 0,29 persen, sementara perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,14 persen. Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan tarif listrik disebut menjadi faktor pendorong utama dalam kelompok ini.

Menariknya, di tengah sejumlah kelompok yang mengalami kenaikan harga, beberapa sektor justru mencatatkan penurunan. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi sebesar 1,35 persen, transportasi turun 0,20 persen, serta pendidikan menurun 0,15 persen.

Penurunan di sektor transportasi menurut BPS dipengaruhi oleh stabilnya harga bahan bakar kendaraan dan menurunnya permintaan perjalanan pasca-libur panjang. Sementara itu, sektor pendidikan menunjukkan penyesuaian biaya pada beberapa lembaga pendidikan non-formal.

“Secara umum, inflasi Timika pada Oktober 2025 masih tergolong terkendali. Namun, tekanan harga pada kelompok non-pokok seperti jasa perawatan pribadi perlu tetap menjadi perhatian karena bisa berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” tambah Ouceu.

Menurut BPS, angka inflasi sebesar 1,55 persen ini masih berada di bawah ambang batas inflasi nasional, yang menandakan kondisi ekonomi daerah relatif stabil. Namun, BPS mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah daerah terus mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun, terutama di sektor bahan pokok dan jasa transportasi.

Baca juga: Mahasiswa Uncen Jayapura Gelar Aksi Damai, Desak Pemerintah Hentikan Militerisasi dan Eksploitasi Tanah Papua

“Kami akan terus memantau perkembangan harga di pasaran agar data inflasi berikutnya bisa mencerminkan kondisi riil di masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus dilakukan,” tutur Ouceu.

Inflasi yang terkendali diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Mimika menjelang momen akhir tahun, di mana biasanya terjadi lonjakan permintaan terhadap berbagai kebutuhan rumah tangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BPS Catat Inflasi Timika Capai 1,55 Persen di Oktober 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!