Papua —Stadion Lukas Enembe, Jumat malam (7/11/2025), kembali bergemuruh. Ribuan pendukung Mutiara Hitam bersorak saat Persipura Jayapura menaklukkan Persiku Kudus dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Pegadaian Championship Grup Timur. Gol tunggal yang tercipta lewat eksekusi penalti Matheus Silva menjadi penentu kemenangan sekaligus memperkuat posisi Persipura di papan atas klasemen sementara.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan pukul 19.00 WIT, laga berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim tampil terbuka dan langsung menampilkan permainan agresif. Persipura yang tampil di depan publik sendiri berupaya mengambil inisiatif serangan lebih awal, sementara Persiku tampil disiplin dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat.
Pada menit ke-29, stadion seolah terdiam seketika. Salah satu pemain Persiku Kudus melepaskan tendangan keras jarak jauh yang sempat mengecoh kiper Persipura. Bola meluncur deras namun hanya membentur mistar gawang — membuat jantung ribuan suporter Mutiara Hitam nyaris copot.
Tak ingin dipermalukan di kandang sendiri, Persipura langsung membalas satu menit berselang. Matheus da Silva mengirim umpan matang kepada Ramai Rumakiek, namun sepakan sang winger andalan masih melambung tipis di atas gawang lawan. Sorak kecewa penonton bercampur dengan tepuk tangan dukungan agar tim terus menekan.
“Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Persiku tim yang solid, tapi anak-anak bermain disiplin dan sabar menunggu momentum,” ujar pelatih Persipura usai pertandingan.
Memasuki menit ke-31, kapten Ruben Sanadi melakukan penetrasi brilian dari sisi kiri. Dengan kecepatan dan pengalamannya, Ruben sukses menusuk ke kotak penalti sebelum dijatuhkan pemain belakang Persiku. Wasit yang berada dekat dengan kejadian langsung menghentikan permainan dan meninjau insiden lewat VAR.
Begitu tayangan ulang diperlihatkan di layar stadion, sorakan penonton membahana: “Penalti! Penalti!”
Setelah meninjau ulang beberapa kali, wasit akhirnya menunjuk titik putih — keputusan yang disambut gemuruh luar biasa dari para pendukung Persipura.
Tanggung jawab besar kemudian jatuh ke kaki Matheus Silva, sang penyerang asal Brasil yang dikenal memiliki ketenangan tinggi. Dengan langkah mantap, Silva mengeksekusi bola ke pojok kanan gawang pada menit ke-39.
Kiper Persiku sudah bergerak ke arah yang benar, namun laju bola terlalu keras untuk dijangkau.
“Saya hanya fokus pada bola. Tidak memikirkan tekanan, tidak melihat kiper. Saya tahu momen ini penting untuk tim,” kata Matheus Silva seusai laga dengan senyum puas.
Usai unggul, Persipura bermain lebih tenang dan fokus menjaga ritme permainan. Gelandang seperti Nelson Alom dan Gunansar Mandowen tampil disiplin menjaga keseimbangan di lini tengah, sementara duet bek Ricardo Salampessy dan Israel Wamiau menjadi tembok kokoh di belakang.
Persiku Kudus beberapa kali mencoba menekan melalui skema umpan silang dan bola mati, namun kedisiplinan lini belakang Persipura membuat mereka gagal menciptakan peluang bersih. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi tiga poin berharga bagi Persipura dalam upayanya memperkokoh posisi di papan atas klasemen Grup Timur. Selain itu, hasil ini juga memperpanjang catatan apik mereka di kandang sendiri yang sejauh ini belum terkalahkan.
“Kami bermain dengan hati untuk suporter. Kemenangan ini untuk semua warga Papua yang selalu mendukung kami,” ucap Ruben Sanadi dalam wawancara pascalaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: