Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 16:13 WIB

TPNPB Akui Serang Pos Militer di Nabire

TPNPB Akui Serang Pos Militer di NabireAsap hitam membumbung tinggi dari pos militer yang hangus terbakar di area tambang emas ilegal milik PT Kristalin Eka Lestari, Kampung Legari 2, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/2/2026). (Ist)

PAPUA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Mayor Aibon Kogoya mengaku bertanggung jawab atas penyerangan dan pembakaran pos militer di area tambang emas ilegal milik PT Kristalin Eka Lestari, Kampung Legari 2, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).

Pengakuan tersebut disampaikan melalui salinan laporan yang disebut berasal dari Papua Intelligence Service (PIS), sayap intelijen TPNPB, dan diterima media pada Minggu (22/2/2026) dini hari.

Dalam laporan itu disebutkan, pasukan yang dipimpin Mayor Aibon Kogoya mengklaim berhasil menewaskan dua aparat militer Indonesia serta merampas empat pucuk senjata api.

Baca juga: Tempat Bukber Sunset Di Jayapura

Rincian yang disampaikan menyebutkan tiga unit senjata laras panjang dan satu pucuk pistol berada dalam penguasaan kelompok tersebut setelah insiden berlangsung.

Juru bicara Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM, Sebby Sambom, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari PIS terkait operasi tersebut.

“Benar, TPNPB/OPM bertanggung jawab atas peristiwa penyerangan di Nabire,” ujar Sebby dalam keterangan tertulis yang diterima media.

Ia menjelaskan, penyerangan terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di wilayah Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, yang berdekatan dengan lokasi aktivitas pertambangan emas.

Selain membakar satu unit pos militer, kelompok tersebut juga mengklaim melakukan penembakan terhadap satu unit kendaraan jenis Hilux yang berada di lokasi kejadian.

Baca juga: PGI Nilai PSN Pangan Di Merauke Merupakan Kegagalan Proyek

Menurut Sebby, aksi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan bahwa aparat militer melakukan pengamanan terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal yang disebut berdampak pada kerusakan hutan dan lingkungan masyarakat adat.

TPNPB menilai aktivitas pertambangan tersebut merugikan masyarakat setempat sehingga, menurut klaim mereka, perlu dilakukan tindakan perlawanan.

Sebby juga menyebut terjadi kontak tembak lanjutan saat aparat melakukan evakuasi korban, namun pihaknya mengklaim tidak ada korban jiwa dari pasukan TPNPB dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Bupati Kaimana Ajak Opd Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ia turut mengingatkan aparat keamanan agar tidak melakukan penyisiran, penangkapan, maupun tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun otoritas keamanan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait klaim tersebut, dan media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh informasi yang berimbang serta pembaruan perkembangan situasi di Nabire.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

TPNPB Akui Serang Pos Militer di Nabire

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!