Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 MARET 2026 • 13:17 WIB

Pendulang Emas Membludak di Timika, Harga Turun dan Penjualan Tersendat

Pendulang Emas Membludak di Timika, Harga Turun dan Penjualan TersendatPara pendulang emas tradisional saat memenuhi Jalan Ahmad Yani (papuanewsonline.com)

PAPUA - Puluhan pendulang emas tradisional kembali memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, Timika, pada Kamis (26/3/2026).

Kehadiran mereka dipicu oleh melemahnya harga jual emas serta belum optimalnya penyerapan hasil dulang oleh pengusaha setempat.

Kerumunan massa terlihat membentang dari pertigaan PIN Seluler hingga ke arah Pasar Gorong-gorong.

Meski tidak melakukan aksi demonstrasi, keberadaan mereka berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Baca juga: Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika Soroti Proyek Tanpa Kontrak

Pihak kepolisian pun melakukan pengalihan jalur ke rute alternatif guna mengurai kemacetan.

Koordinator pendulang, Simon Rahanjaan, menyampaikan bahwa mereka berkumpul untuk menunggu realisasi pembelian emas.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sejumlah pengusaha telah menyatakan kesediaan untuk membeli hasil dulang masyarakat.

Namun hingga kini, proses transaksi masih terkendala antrean pencairan dana di pihak pengusaha.

Baca juga: Koperasi Pendulang Emas Jadi Solusi DPRK Mimika

Saat ini, terdapat tiga toko emas yang disebut siap melakukan pembelian, yakni Hanna, Citra, dan Azka.

Kendati demikian, kebijakan pembatasan pembelian maksimal tiga gram per orang menjadi kendala tambahan.

Di sisi lain, harga emas di tingkat pendulang juga mengalami penurunan dan berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta per gram.

Situasi tersebut memaksa para pendulang bertahan di lokasi hingga seluruh hasil yang mereka bawa dapat terjual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pendulang Emas Membludak di Timika, Harga Turun dan Penjualan Tersendat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!