PAPUA - Sebuah rekaman video yang beredar melalui aplikasi pesan instan memperlihatkan seorang perempuan melakukan aksi protes di ruko yang digunakan sebagai sekretariat Badan Pengurus Daerah Kamar Adat Pengusaha Papua (BPD KAPP) Kabupaten Mimika.
Video tersebut dengan cepat menarik perhatian publik karena memuat berbagai tudingan terkait penumpukan proposal pengusaha Papua serta dugaan pengelolaan dana yang tidak transparan.
Dalam rekaman itu, perempuan tersebut mempertanyakan banyaknya proposal yang disebut menumpuk di sekretariat tanpa kejelasan tindak lanjut.
Baca juga: Inflasi Papua Barat Stabil Saat Ramadan, Kenaikan Harga Tetap Terkendali
Ia juga menduga adanya ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana yang berkaitan dengan pengajuan proposal dari para pengusaha asli Papua.
Selain itu, perempuan tersebut menuntut agar pengurus organisasi memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai mekanisme pengelolaan dokumen dan dana.
Peristiwa ini terjadi di salah satu ruko sewaan yang difungsikan sebagai kantor BPD KAPP Mimika.
Baca juga: Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap, Pasokan Energi Dijaga Stabil
Dalam aksinya, perempuan tersebut bahkan meminta agar sekretariat tersebut dikosongkan jika tidak ada kejelasan terkait pengelolaan administrasi dan keuangan.
Video yang beredar juga memperlihatkan kondisi kantor yang tampak tertutup, meskipun sebelumnya disebut aktif menerima dokumen dari masyarakat.
Hal ini memicu sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan proposal yang telah dihimpun oleh organisasi tersebut.
Baca juga: Gubernur Buka Liga 4, Dorong Talenta Muda Menuju Panggung Nasional
Sejumlah elemen masyarakat turut mempertanyakan peran pengurus KAPP Mimika, termasuk kepemimpinan yang disebut melakukan pengumpulan dokumen tanpa penjelasan mekanisme yang jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com