Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 13:57 WIB

SMA Negeri 1 Manokwari Terima MBG Menu Kering Selama Ramadhan

Author

Suasana pembagian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Manokwari, Papua Barat, Senin (23/2/2026). (Ist)

PAPUA - SMA Negeri 1 Manokwari menerima pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswanya dalam bentuk menu makanan kering selama bulan Ramadhan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi sebagian siswa yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Program MBG tersebut disalurkan kepada 1.186 siswa kelas X dan XI pada Senin (23/2/2026). Sementara itu, siswa kelas XII untuk sementara tidak termasuk dalam pendistribusian karena sedang fokus mempersiapkan ujian yang akan berlangsung pekan depan.

Guru Penanggung Jawab MBG SMA Negeri 1 Manokwari, Merti Pali, menjelaskan bahwa dari total 1.500 siswa di sekolah tersebut, distribusi kali ini memang diprioritaskan bagi dua tingkat kelas.

“Untuk kelas XII saat ini sedang fokus pada persiapan ujian yang akan dilaksanakan pekan depan, sehingga distribusi difokuskan kepada adik-adik kelas mereka,” ujar Merti.

Baca juga: Bupati Kaimana Resmikan Pos Bapas, Perluas Akses Layanan Hukum dan Pemasyarakatan

Ia memastikan bahwa setiap makanan yang dibagikan telah melalui proses kontrol kualitas oleh pihak sekolah. Para guru terlebih dahulu mencicipi dan memeriksa makanan dari berbagai aspek sebelum diserahkan kepada siswa.

“Untuk menu MBG hari ini, kami para guru sudah mencoba dari segi tekstur, rasa, dan kualitas, dan kami nilai bagus. Semoga yang diterima anak-anak juga sama dengan yang dirasakan guru-guru,” katanya.

Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga mutu dan memastikan siswa memperoleh asupan yang layak dan aman dikonsumsi. Pihak sekolah ingin memastikan program nasional ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi peserta didik.

Merti menambahkan, komposisi siswa di SMA Negeri 1 Manokwari sekitar 35 persen beragama Islam. Kondisi ini menjadi pertimbangan penting dalam menentukan mekanisme distribusi dan konsumsi makanan selama Ramadhan.

Siswa non-Muslim diperbolehkan langsung mengonsumsi makanan di lingkungan sekolah agar kualitas makanan tetap terjaga. Sementara itu, siswa Muslim diperkenankan membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa tiba.

Penyesuaian ini dinilai sebagai bentuk toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman yang ada di lingkungan sekolah. Dengan kebijakan tersebut, seluruh siswa tetap dapat merasakan manfaat program tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah.

Pihak sekolah juga menekankan pentingnya keberlanjutan program MBG dalam jangka panjang. Asupan gizi yang konsisten dinilai berperan penting dalam menunjang konsentrasi belajar serta kesehatan siswa.

Kerja sama dengan pihak penyedia, yakni Dapur Polbangtan, diharapkan dapat terus terjalin dengan baik. Konsistensi kualitas dan ketepatan distribusi menjadi faktor utama agar program ini berjalan optimal.

“Kami berharap kerja sama dengan Dapur Polbangtan terus konsisten dalam memberikan MBG yang berkualitas, karena program ini akan diterima siswa dalam jangka waktu yang lama ke depan,” tutupnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU