Jumat, 01 MEI 2026 • 13:39 WIB

Semangat Persatuan Menggema di Timika, Aksi Damai Peringati Kembalinya Papua ke NKRI

Author

aksi damai Barisan Merah Putih dalam rangka peringatan 1 Mei di Bundaran Timika Indah. Jumat (1/5/2026). (papuanewsonline.com)

PAPUA - Barisan Merah Putih menggelar aksi damai di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, pada Jumat (1/5/26) sebagai bentuk peringatan atas momen bersejarah kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ratusan peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan penuh semangat kebangsaan. Mereka membawa bendera Merah Putih dan membentangkan spanduk bertuliskan “1 Mei: Refleksikan Sejarah Papua Dalam Bingkai Indonesia”.

Aksi ini menjadi simbol kuat kecintaan masyarakat terhadap tanah air sekaligus pengingat akan perjalanan panjang sejarah Papua dalam NKRI.

Koordinator lapangan, Simon Haluk, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Baca juga: Longsor Putus Akses Waa-Banti, Warga Soroti Infrastruktur dan Dampak Limbah Tambang

Ia menegaskan bahwa persatuan adalah hal mutlak yang harus dipertahankan di tengah berbagai dinamika yang ada.

“Selama bendera Merah Putih berkibar di tanah ini, Papua tidak akan terpecah. NKRI adalah harga mati yang harus kita jaga bersama,” ujarnya dengan tegas.

Simon juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan jasa para pahlawan asal Papua yang telah berjuang demi integrasi wilayah ini ke dalam Indonesia.

Nama-nama seperti Silas Papare dan Marthen Indey disebut sebagai tokoh penting yang menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan.

Baca juga: Longsor Lumpuhkan Waa-Banti, Warga Terisolasi Dan Soroti Dampak Lingkungan Serta Infrastruktur

Menurutnya, penyatuan Papua dengan Indonesia bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar.

Ia juga menyinggung berbagai ketimpangan yang masih dirasakan sebagian masyarakat Papua saat ini.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi alasan untuk memperkuat persatuan, bukan justru mendorong perpecahan.

“Papua adalah Indonesia, dan Indonesia adalah Papua. Ini bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari,” tambahnya.

Setelah penyampaian orasi, kegiatan dilanjutkan dengan long march mengelilingi kawasan pusat kota Timika.

Para peserta berjalan dengan tertib sambil terus mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan.

Baca juga: One Day Trip di Jayapura: Jelajahi Mutiara Hitam dari Pagi hingga Malam

Aksi damai ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.

Momentum ini diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat persatuan dan menjadi landasan kuat bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Papua ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU