PAPUA - Penetapan awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kembali menjadi perhatian umat Muslim karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan berbagai ibadah sunnah, termasuk puasa Asyura yang memiliki banyak keutamaan.
Salah satu acuan yang digunakan masyarakat Indonesia adalah hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Melalui metode tersebut, awal bulan Muharam ditetapkan berdasarkan hasil pengamatan hilal dan pertimbangan syariat Islam.
Mengacu pada hasil rukyat PBNU, 1 Muharam 1448 Hijriah ditetapkan jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Penetapan ini kemudian menjadi dasar dalam menentukan waktu pelaksanaan puasa-puasa sunnah di bulan Muharam.
Baca juga: 50 Caption 1 Muharram Yang Menyentuh Hati, Cocok Untuk Status WhatsApp Dan Instagram
Bulan Muharam sendiri merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, ibadah, serta puasa sunnah.
Di antara puasa yang paling dianjurkan adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam. Ibadah sunnah ini memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.
Berdasarkan perhitungan kalender yang mengikuti penetapan 1 Muharam pada 17 Juni 2026, maka tanggal 10 Muharam 1448 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 26 Juni 2026.
Baca juga: Bubur Sederhana Ini Ternyata Menyimpan Doa Keselamatan Yang Dijaga Turun-Temurun
Puasa Asyura dikenal sebagai ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa puasa ini dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.
Selain puasa Asyura, sebagian ulama juga menganjurkan pelaksanaan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilakukan sehari sebelum Asyura sebagai bentuk penyempurnaan ibadah.
Pelaksanaan puasa Tasu'a dan Asyura secara berurutan juga menjadi salah satu cara membedakan tradisi puasa umat Islam dengan kebiasaan yang dilakukan oleh kaum Yahudi pada masa Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Lima Warna Dalam Semangkuk Jenang Ini Ternyata Menyimpan Doa Keselamatan Yang Mendalam
Bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa Asyura, niat dapat dibaca pada malam hari maupun sebelum terbit fajar sebagaimana ketentuan puasa sunnah.
Adapun lafaz niat puasa Asyura yang umum dibaca adalah:
Latin: Nawaitu Shauma 'Asyuraa Sunnatan Lillahi Ta'ala.
Kalimat tersebut memiliki makna niat untuk melaksanakan puasa sunnah Asyura semata-mata karena Allah SWT. Niat menjadi bagian penting yang menegaskan tujuan ibadah agar dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Dengan datangnya bulan Muharam 1448 Hijriah, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak amal ibadah, memperkuat keimanan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan sunnah yang dianjurkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: