PAPUA - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Pania Raya (IPMAPAPARA) kota studi Malang bersama Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua Malang menyatakan sikap tegas atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers tertulis pada Sabtu (4/4/2026), sebagai bentuk respons atas rangkaian insiden berdarah yang menelan korban jiwa dari kalangan sipil maupun aparat keamanan.
Peristiwa kekerasan dilaporkan terjadi di Distrik Kamuu sejak 31 Maret hingga 2 April 2026, yang mengakibatkan sejumlah warga sipil meninggal dunia serta beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Polemik DPD dan MRP Papua Disorot, Suara Adat Dinilai Tak Boleh Tersisih
Insiden ini bermula dari tewasnya seorang anggota polisi, Brigadir Dua (Bripda) Jufentus Edowai, yang ditemukan meninggal dunia pada Selasa (31/3/2026) pagi di Kampung Kimupugi.
Korban diketahui mengalami luka bacok di bagian leher serta kehilangan beberapa jari, diduga akibat penganiayaan oleh orang tak dikenal.
Pasca kejadian tersebut, aparat keamanan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah di Dogiyai yang berlangsung selama beberapa hari.
Baca juga: Mobil Pick Up Bermuatan BBM Terbakar di Hiripau, Kronologi Masih Diselidiki
Dalam proses penyisiran itu, sejumlah warga sipil dilaporkan menjadi korban, diduga akibat tembakan saat operasi berlangsung.
Data yang dihimpun hingga 2 April 2026 mencatat sedikitnya enam warga meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.
Korban meninggal di antaranya Siprianus Tibakoto (25), Yulita Pigai (80), Martinus Yobe (14), Ankian Edowai (19), Feri Auwe (20), serta Yafet Tibakoto.
Baca juga: Pansus Moker Freeport Soroti Dugaan Pelanggaran Pidana Ketenagakerjaan
Sementara korban luka berat di antaranya Maikel Waine (12) yang mengalami luka tembak di dada hingga tembus bahu, serta Kikibi Pigai (20) yang tertembak di bagian paha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi