Senior Manager Transmisi dan Distribusi PLN UIW Papua dan Papua Barat, Triyono (Jubi)
PAPUA - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat bersama Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan evaluasi penggunaan listrik di sejumlah venue bekas Pekan Olahraga Nasional (PON) di Kota dan Kabupaten Jayapura.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari pertemuan antara pihak PLN dan Gubernur Papua, Matius Fakhiri, yang membahas efektivitas penggunaan listrik di berbagai fasilitas pasca penyelenggaraan PON.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masih terdapat sejumlah gedung yang menggunakan pola rekening minimum, meskipun tingkat pemanfaatannya sudah tidak optimal.
Baca juga: Suara Mahasiswa Papua Menggema, Desak Investigasi Tuntas Tragedi Dogiyai
Senior Manager Transmisi dan Distribusi PLN UIW Papua dan Papua Barat, Triyono, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan daya listrik sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa beberapa venue PON saat ini tidak lagi digunakan secara maksimal, sehingga diperlukan penyesuaian terhadap kapasitas listrik yang disediakan.
Menurut Triyono, langkah awal yang akan dilakukan adalah survei bersama antara PLN dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan daya secara riil di masing-masing lokasi.
Baca juga: Polemik DPD dan MRP Papua Disorot, Suara Adat Dinilai Tak Boleh Tersisih
Hasil dari survei tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan teknis terkait penggunaan listrik di setiap gedung.
Kemungkinan kebijakan yang diambil meliputi penurunan daya listrik, mempertahankan kapasitas yang ada, hingga penghentian aliran listrik pada fasilitas tertentu yang sudah tidak digunakan.
Triyono menegaskan bahwa keputusan tersebut akan dilakukan secara selektif dan mempertimbangkan kebutuhan operasional masing-masing venue.
Baca juga: Mobil Pick Up Bermuatan BBM Terbakar di Hiripau, Kronologi Masih Diselidiki
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa besar kebutuhan daya listrik di setiap lokasi karena masih menunggu hasil evaluasi lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi