Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 08:03 WIB

Film Pesta Babi Tembus London, Ratusan Mahasiswa Indonesia Gelar Nobar dan Diskusi

Film Pesta Babi Tembus London, Ratusan Mahasiswa Indonesia Gelar Nobar dan DiskusiSuasana pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di London, Inggris, Jumat (29/5/2026). (Jubi)

PAPUA – Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita terus menarik perhatian publik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara. Meski telah tersedia secara gratis di platform YouTube, semangat masyarakat untuk menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi tetap tinggi.

Salah satu kegiatan nobar terbaru berlangsung di London, Inggris. Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Inggris menggelar pemutaran bersama film tersebut dan melanjutkannya dengan diskusi mengenai isu-isu yang diangkat dalam dokumenter itu.

Film karya Dandhy Laksono bersama antropolog Dr. Cypri Jehan Paju Dale tersebut tayang secara daring melalui kolaborasi sejumlah kanal, di antaranya JubiTV, Watchdoc, dan Greenpeace Indonesia.

Sejak resmi dirilis pada 22 Mei 2026, film berdurasi 95 menit itu menjadi perbincangan luas. Selain mendapat respons positif dari berbagai kalangan, film tersebut juga memunculkan sejumlah kontroversi dan perdebatan publik terkait substansi yang disampaikan.

Meski demikian, perhatian terhadap film itu tidak surut. Penonton dari berbagai negara seperti Malaysia, Myanmar, Australia, Selandia Baru, Jerman, hingga Inggris tercatat ikut menyaksikan dan mendiskusikan film tersebut.

Di London, kegiatan nobar diprakarsai oleh sejumlah mahasiswa Indonesia yang tertarik membahas berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan pembangunan yang menjadi tema utama dokumenter tersebut.

Baca juga: Tim Film Pesta Babi Minta Publik Tidak Hakimi Mama Yasinta Moiwend

Sofie Syarief, mantan jurnalis Kompas TV yang saat ini menempuh studi doktoral di Goldsmiths, University of London, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi.

“Yang hari ini Jumat 29 Mei banyak yang nonton sebanyak 150 mahasiswa,” kata Sofie Syarief kepada Jubi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Sofie, tingginya minat mahasiswa membuat panitia berencana menggelar pemutaran tambahan pada pekan berikutnya agar lebih banyak peserta dapat mengikuti diskusi.

“Jadi kita di sini, nonton bareng pada Jumat 29 Mei, dan pekan depan 6 Juni, dua kali nobar di London,” ucapnya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa isu-isu yang diangkat dalam film tidak hanya menarik perhatian masyarakat di Papua atau Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian kalangan akademisi dan diaspora Indonesia di luar negeri.

Selain di London, diskusi mengenai film Pesta Babi juga berkembang di sejumlah negara lain. Berbagai komunitas mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga jurnalis internasional turut memberikan tanggapan terhadap isi dokumenter tersebut.

Jurnalis senior MalaysiaKini, Rahmat Harun, misalnya, mengaku tersentuh saat menyaksikan film itu dalam pemutaran di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia menyoroti dampak lingkungan dari praktik perkebunan monokultur yang turut menjadi bagian pembahasan dalam film.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jubi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Film Pesta Babi Tembus London, Ratusan Mahasiswa Indonesia Gelar Nobar dan Diskusi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!