Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 09:12 WIB

Masyarakat Adat Ditegaskan Jadi Pusat Pembangunan Papua

Masyarakat Adat Ditegaskan Jadi Pusat Pembangunan PapuaAnggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw (Ist)

PAPUA – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menempatkan masyarakat adat sebagai bagian utama dalam proses pembangunan di Tanah Papua. Berbagai program pembangunan yang dijalankan disebut tidak hanya bertujuan mempercepat pertumbuhan daerah, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat asli Papua meningkat secara nyata.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan Papua terus menjadi salah satu prioritas nasional. Berbagai proyek infrastruktur, pengembangan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Pemerintah menilai keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi maupun jumlah proyek yang dibangun. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat kampung dan distrik.

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, mengatakan orang asli Papua harus menjadi pusat dari seluruh proses pembangunan yang berlangsung.

Menurutnya, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi keluarga, serta memperluas akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Film Pesta Babi Tembus London, Ratusan Mahasiswa Indonesia Gelar Nobar dan Diskusi

Paulus menilai berbagai program pembangunan yang berjalan di sejumlah wilayah Papua perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dengan masyarakat adat setempat.

Ia menekankan bahwa dialog merupakan kunci penting dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam pelaksanaan berbagai program strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

“Jika satu kali berbicara belum berhasil, berbicara lagi. Jika dua kali belum berhasil, maka dilakukan ketiga kalinya. Dialog yang dilakukan terus menerus dengan hati yang tulus pada akhirnya akan menemukan titik temu,” ujar Paulus Waterpauw.

Menurut Paulus, pendekatan persuasif dan dialogis menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan masyarakat memahami tujuan dan manfaat pembangunan yang sedang dijalankan.

Baca juga: Tim Film Pesta Babi Minta Publik Tidak Hakimi Mama Yasinta Moiwend

Selain itu, ia menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di sejumlah wilayah Papua. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat memiliki hubungan erat dengan terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Kalau perut kenyang, penghasilan ada, maka pikiran tenang dan orang bisa bekerja dengan baik,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Badan Musyawarah Adat Provinsi Papua Tengah, Melkisedek Rumawi. Ia menilai pembangunan yang berlangsung saat ini mulai memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat adat di berbagai daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Masyarakat Adat Ditegaskan Jadi Pusat Pembangunan Papua

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!