PAPUA - Dewan Adat Daerah bersama Korem 173/Praja Vira Braja memperkuat sinergi dalam mendorong program ketahanan pangan di Papua Tengah.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memastikan keterlibatan aktif Orang Asli Papua dalam penyediaan pangan lokal.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Baca juga: Musorkablub KONI Mimika Dipersoalkan, Pengurus Aktif Tolak Agenda dan Pertanyakan Legalitas
Kasi Logistik Korem 173/PVB, Kolonel Arh Kurniawan Fitriana, menyampaikan bahwa Papua memiliki potensi pangan lokal yang besar.
Potensi tersebut dinilai mampu menjadi penopang utama dalam mendukung program ketahanan pangan.
Ia menegaskan bahwa pelibatan masyarakat lokal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan program.
Baca juga: Kolaborasi Dorong Transformasi Digital, Mimika Perkuat SDM Lewat Pelatihan AI
Menurutnya, Orang Asli Papua harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan dan penyediaan pangan.
Program ketahanan pangan juga tidak hanya berfokus pada ketersediaan bahan makanan.
Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk memberdayakan petani lokal dan masyarakat adat.
Peran mama-mama Papua juga disebut sangat penting dalam pengolahan dan distribusi pangan.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Korem 173/PVB dan Dewan Adat Daerah turut menerima penghargaan adat.
Penghargaan itu diberikan oleh salah satu mama Papua pemilik dapur sebagai bentuk apresiasi.
Penghargaan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap upaya penguatan pangan lokal di Papua.
Sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program di lapangan.
Baca juga: Dorong SDM Digital, Pemkab Mimika Dukung Pelatihan AI Perdana di Papua
Kolaborasi antara lembaga adat, TNI, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
Program ketahanan pangan dan MBG diharapkan berjalan tepat sasaran serta berkelanjutan.
Selain itu, pendekatan berbasis potensi lokal dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan di wilayah Papua Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com