Selasa, 05 MEI 2026 • 07:08 WIB

Nasib Program Makan Bergizi Gratis di Mimika Menggantung, Belasan Unit Layanan Masih Menunggu Keputusan

Author

Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong (papuanewsonline.com)

PAPUA — Pemerintah Kabupaten Mimika hingga kini masih menunggu kepastian terkait kelanjutan operasional 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Bupati Mimika yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa belum ada perkembangan signifikan terkait status unit-unit tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dari total 18 SPPG yang ada di wilayah Mimika, sebanyak 11 unit saat ini masih belum dapat beroperasi kembali.

Delapan unit di antaranya diketahui mengalami kendala pada sistem instalasi pengolahan air limbah yang belum memenuhi standar.

Baca juga: Anggaran Terbatas Satpol PP Mimika Jadi Tantangan Besar Jalankan Program 2026

Sementara itu, tiga unit lainnya terkendala persoalan administrasi yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas.

Kondisi ini membuat program pelayanan gizi bagi masyarakat, khususnya para siswa, belum dapat berjalan secara optimal seperti yang diharapkan.

Emanuel menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan tetap berada di tangan Badan Gizi Nasional sebagai institusi yang bertanggung jawab.

Baca juga: PFA Cari Bakat 2026 Buka Jalan Talenta Muda Papua Menuju Panggung Nasional

“Kami hanya membantu dalam pengawasan, koordinasi, dan evaluasi. Untuk keputusan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan BGN,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua BGN Regional Papua Tengah, Nalen Situmorang, yang mengakui belum adanya arahan resmi terkait tindak lanjut kasus ini.

Ia menyebut bahwa hingga akhir April lalu, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Situasi ini membuat berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, berada dalam posisi menanti kepastian kebijakan.

Di sisi lain, keberadaan program makan bergizi gratis dinilai sangat penting dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa di sekolah.

Baca juga: Bayang-Bayang Dualisme KONI Mimika, Seruan Jaga Persatuan Anak Negeri

Emanuel berharap proses penyelesaian berbagai kendala yang ada dapat segera menemukan titik terang sehingga layanan dapat kembali berjalan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat agar program strategis tersebut dapat memberikan manfaat maksimal.

“Harapan kami tentu agar semuanya bisa segera berjalan kembali, karena ini menyangkut kebutuhan dasar anak-anak kita,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU