PAPUA - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengungkap laporan yang diterimanya dari PIS TPNPB wilayah Intan Jaya terkait dugaan penembakan dan serangan bom menggunakan pesawat nirawak di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026, sekitar pukul 13.00 WIT.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, serangan yang diklaim dilakukan oleh aparat militer Indonesia itu disebut mengakibatkan seorang perempuan mengalami luka berat hingga berada dalam kondisi kritis. Korban dilaporkan terkena tembakan dan dampak ledakan saat berada di tepi sungai usai pulang dari kebun.
Menurut keterangan yang diterima PIS TPNPB, perempuan tersebut saat itu sedang mencuci ubi jalar ketika insiden terjadi. Akibat luka yang dideritanya, korban disebut mengalami cedera serius pada bagian tulang belakang.
Cedera tersebut, menurut laporan, menyebabkan korban mengalami kelumpuhan. Hingga kini, kondisi korban disebut masih memerlukan penanganan medis intensif akibat luka berat yang dialaminya.
PIS TPNPB juga mengklaim bahwa operasi udara menggunakan drone masih berlangsung di sekitar Kampung Danggoa. Situasi tersebut membuat sebagian warga merasa tidak aman dan memilih meninggalkan kampung untuk mengungsi ke kawasan hutan.
Selain mengungsi, masyarakat disebut menghadapi keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan susulan membuat warga memilih mengurangi mobilitas mereka di sekitar wilayah konflik.
Baca juga: Harta Karun Flora Papua yang Jarang Diketahui, Dari Anggrek Raksasa hingga Buah Merah Penuh Khasiat
Dalam laporan yang sama, PIS TPNPB menuding adanya pemasangan ranjau bom di sejumlah jalur yang biasa digunakan masyarakat sipil. Keberadaan ranjau tersebut diklaim meningkatkan risiko keselamatan bagi warga yang melintas maupun beraktivitas di sekitar lokasi.
Peristiwa terbaru ini juga dikaitkan dengan insiden yang sebelumnya dilaporkan terjadi pada 17 Mei 2026 di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Distrik Agisiga. Dalam laporan tersebut, serangan pesawat nirawak disebut menyebabkan empat orang mengalami luka berat.
Salah satu korban dalam insiden sebelumnya, yakni Luter Nabelau, dilaporkan meninggal dunia ketika menjalani perawatan medis di Timika. Peristiwa itu menjadi salah satu kasus yang kembali disoroti dalam laporan terbaru yang diterima KOMNAS TPNPB.
Baca juga: Flora Papua yang Menakjubkan, Dari Buah Merah hingga Sarang Semut yang Mendunia
TPNPB juga menyatakan operasi gabungan udara dan darat masih berlangsung di sejumlah wilayah Intan Jaya sejak kejadian tersebut. Mereka menilai kondisi keamanan yang belum stabil berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung pada aktivitas berkebun, berburu, dan mobilitas antarkampung.
Selain itu, PIS TPNPB turut menyinggung sejumlah peristiwa lain yang pernah terjadi di Intan Jaya. Di antaranya adalah meninggalnya seorang anak usia sekolah akibat ledakan ranjau pada November 2023 serta insiden penembakan terhadap dua anak pada April 2024 yang mereka kaitkan dengan konflik bersenjata di Papua.
Menanggapi perkembangan terbaru, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan mengecam keras dugaan serangan yang disebut menimpa warga sipil di Kampung Danggoa. Mereka juga menyoroti berbagai insiden yang dilaporkan menyebabkan korban meninggal dunia maupun luka berat dalam beberapa tahun terakhir di Intan Jaya.
Dalam pernyataannya, TPNPB mendesak Palang Merah Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan perhatian terhadap kondisi warga sipil yang terdampak konflik bersenjata di Papua. Mereka juga meminta pemerintah membuka akses bagi jurnalis asing, lembaga hak asasi manusia internasional, dan organisasi kemanusiaan agar dapat melakukan pemantauan independen terhadap situasi yang terjadi di wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline