Minggu, 21 JUNI 2026 • 07:12 WIB

Ekskavator Diklaim Dibakar TPNPB Di Dekai, Aparat Dan Pemkab Yahukimo Masih Tunggu Konfirmasi

Author

Kelompok TPNPB Kodap XVI Batalion Yallenang mengklaim telah membakar satu unit ekskavator milik aparat militer Indonesia. (papuanewsonline.com)

PAPUA - Kelompok TPNPB Kodap XVI Batalion Yallenang mengklaim telah membakar satu unit ekskavator yang disebut milik aparat militer Indonesia di Jalan Seredala, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi yang dirilis Juru Bicara Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Sebby Sambom, dan diterima redaksi pada Jumat sore. Dalam keterangannya, TPNPB menyebut aksi tersebut merupakan bagian dari operasi yang dilakukan oleh pasukan mereka di wilayah Yahukimo.

Menurut versi TPNPB, pembakaran alat berat itu dilakukan oleh personel Batalion Yallenang berdasarkan perintah operasi yang disebut berasal dari Panglima Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak.

Baca juga: Waktu Terbaik Berburu Foto Di Jayapura City Tower, Hanya Satu Jam Yang Bikin Hasil Jepretan Makin Dramatis

TPNPB juga mengklaim bahwa ekskavator yang menjadi sasaran merupakan alat berat milik aparat militer Indonesia yang beroperasi di kawasan Dekai. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah klaim tersebut.

Dalam pernyataan yang sama, kelompok itu menyebut perintah operasi berlaku bagi seluruh batalion yang berada di bawah Kodap XVI Yahukimo sebagai bagian dari strategi yang mereka jalankan di wilayah Papua Pegunungan.

Selain menyampaikan klaim pembakaran, TPNPB turut menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghentikan pengerahan pasukan TNI ke Papua. Mereka beralasan bahwa operasi militer yang berlangsung dinilai berdampak terhadap keselamatan masyarakat sipil.

Baca juga: 4 Tempat Prewedding Bernuansa Arsitektur Di Papua, Perpaduan Gedung Ikonik Dan Panorama Alam Yang Memesona

Hingga berita ini disusun, pihak Kodim 1715/Yahukimo belum memberikan tanggapan resmi mengenai informasi yang disampaikan TPNPB. Belum ada konfirmasi terkait peristiwa di lokasi maupun status kepemilikan alat berat yang diklaim telah dibakar.

Polres Yahukimo juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. Informasi mengenai kondisi keamanan di sekitar Jalan Seredala maupun kemungkinan adanya kerugian masih belum dapat dipastikan.

Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui instansi terkait juga belum memberikan penjelasan mengenai kejadian yang diklaim terjadi di Kota Dekai. Keterangan resmi dari pemerintah daerah masih dinantikan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai situasi di lapangan.

Baca juga: 5 Tempat Prewedding Paling Memukau Di Papua, Nomor Terakhir Punya Pemandangan Bak Negeri Dongeng

Redaksi telah berupaya menghubungi Dandim 1715/Yahukimo, Kapolres Yahukimo, serta Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Yahukimo guna memperoleh konfirmasi dan data yang berimbang sesuai prinsip Kode Etik Jurnalistik. Hingga saat ini, belum ada respons dari pihak-pihak tersebut.

Kabupaten Yahukimo sendiri merupakan salah satu wilayah di Papua Pegunungan yang dalam beberapa tahun terakhir kerap mengalami gangguan keamanan. Berbagai insiden berupa pembakaran fasilitas, penyerangan, hingga bentrokan bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pernah dilaporkan terjadi di daerah tersebut sepanjang periode 2024 hingga 2026.

Pemerintah Indonesia sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa penyelesaian persoalan di Papua dilakukan melalui tiga pendekatan yang berjalan secara bersamaan, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum, serta dialog damai sebagai upaya menciptakan stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan di wilayah Papua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU