Jumat, 05 JUNI 2026 • 10:00 WIB

Bukan Sekadar Jalan Kaki, Walking Tour Papua Ini Bikin Wisatawan Melihat Sisi Yang Jarang Terungkap

Author

Ilustrasi Walking Tour

PAPUA - Papua menawarkan pengalaman wisata yang berbeda bagi para pencinta petualangan dan budaya. Tidak hanya melalui perjalanan darat maupun laut, keindahan Tanah Papua juga dapat dinikmati dengan berjalan kaki menyusuri berbagai destinasi alam dan kawasan budaya yang masih terjaga keasliannya.

Aktivitas walking tour kini semakin diminati karena memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk berinteraksi lebih dekat dengan lingkungan, masyarakat lokal, serta tradisi yang berkembang di berbagai wilayah Papua.

Salah satu destinasi yang paling populer adalah Lembah Baliem di Wamena. Kawasan ini dikenal sebagai pusat budaya masyarakat pegunungan yang menyimpan berbagai tradisi unik yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Baca juga: Deretan Aktivitas Akhir Pekan Di Papua Ini Siap Memacu Adrenalin Dan Bikin Ketagihan

Melalui trekking budaya di Lembah Baliem, wisatawan dapat berjalan kaki melintasi desa-desa tradisional milik Suku Dani. Perjalanan tersebut biasanya berlangsung selama empat hingga enam jam dengan rute yang menyajikan panorama alam yang memukau.

Selama perjalanan, pengunjung berkesempatan menyaksikan kehidupan masyarakat adat secara langsung. Hamparan ladang, aliran sungai, serta bentang alam pegunungan menjadi pemandangan yang menemani setiap langkah perjalanan.

Selain itu, kawasan ini juga dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Lembah Baliem yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat pegunungan Papua. Beberapa wisatawan juga datang untuk melihat mumi leluhur yang menjadi bagian dari warisan budaya Suku Dani.

Baca juga: Mencicipi Deretan Minuman Unik Ini, Nomor Terakhir Paling Kontroversial

Bagi pecinta alam dan satwa liar, Pegunungan Arfak di wilayah Manokwari menjadi pilihan yang tidak kalah menarik. Kawasan ini terkenal sebagai salah satu habitat alami berbagai jenis burung endemik Papua.

Walking tour di Pegunungan Arfak umumnya dilakukan dengan menyusuri jalur hutan hujan yang memiliki tingkat kesulitan ringan hingga sedang. Aktivitas ini banyak diminati para pengamat burung dari berbagai negara.

Salah satu daya tarik utama kawasan tersebut adalah kesempatan melihat burung cenderawasih di habitat aslinya. Selain itu, wisatawan juga dapat mengunjungi Danau Anggi Giji serta mengenal kehidupan masyarakat Suku Hatam yang tinggal di kawasan pegunungan.

Bagi yang lebih menyukai perjalanan santai, city dan heritage walking tour di Jayapura maupun Sorong menjadi alternatif menarik. Wisata ini menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan kuliner dalam satu perjalanan yang menyenangkan.

Baca juga: Tak Banyak Yang Tahu, Inilah Jaringan Pelabuhan Dan Dermaga Yang Menjadi Nadi Kehidupan Papua

Di Jayapura, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah lokasi ikonik seperti Danau Sentani, Pantai Base-G, hingga Monumen Jenderal Douglas MacArthur. Setiap lokasi memiliki cerita sejarah dan daya tarik tersendiri yang memperkaya pengalaman perjalanan.

Sementara itu, di Sorong, wisata berjalan kaki biasanya mengajak peserta menjelajahi pusat kota sekaligus mencicipi beragam kuliner khas Papua yang banyak dijumpai di kawasan perdagangan dan pusat oleh-oleh.

Bagi pencari tantangan yang lebih ekstrem, ekspedisi menuju wilayah pedalaman tempat tinggal Suku Korowai menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Perjalanan ini memerlukan trekking menembus hutan Papua bersama pemandu profesional. Wisatawan yang ingin menjelajahi Papua dengan berjalan kaki juga disarankan menggunakan jasa pemandu lokal serta mempersiapkan kondisi fisik yang prima, mengingat sebagian jalur wisata berada di kawasan pegunungan dan pedalaman dengan medan yang cukup menantang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU