PAPUA – Kabupaten Kepulauan Yapen yang beribu kota di Serui dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir di Provinsi Papua yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah. Kondisi geografis yang didominasi wilayah laut dan pesisir membuat sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor perikanan, pertanian, perkebunan, hingga perdagangan.
Keberadaan laut yang luas menjadikan aktivitas nelayan sebagai salah satu mata pencaharian utama masyarakat di wilayah tersebut. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di kawasan daratan lebih banyak mengembangkan sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan sebagai sumber penghasilan keluarga.
Kabupaten Kepulauan Yapen berada di kawasan Teluk Cenderawasih dengan luas wilayah sekitar 7.146 kilometer persegi yang terdiri atas wilayah daratan dan perairan. Letak geografis tersebut memberikan potensi besar bagi pengembangan sektor kelautan maupun pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Selain dihuni masyarakat asli Papua, Kepulauan Yapen juga menjadi tempat tinggal berbagai kelompok masyarakat pendatang dari sejumlah daerah di Indonesia. Keberagaman tersebut turut membentuk aktivitas ekonomi yang berkembang di berbagai distrik, mulai dari perdagangan, jasa, hingga usaha perikanan dan pertanian.
Bagi masyarakat pesisir, menangkap ikan menjadi pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun. Aktivitas melaut dilakukan pada pagi maupun malam hari dengan menggunakan perahu dan berbagai peralatan tangkap seperti jaring serta alat pancing. Sebagian nelayan masih menggunakan peralatan sederhana, termasuk lampu petromaks untuk membantu proses penangkapan ikan pada malam hari.
Peran perempuan di Kepulauan Yapen juga cukup besar dalam mendukung perekonomian keluarga. Selain membantu aktivitas perikanan, banyak perempuan yang bekerja di sektor pertanian dengan mengolah lahan tanaman pangan maupun kebun sebagai sumber pendapatan rumah tangga.
Di kawasan daratan, masyarakat mengembangkan berbagai komoditas pertanian seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, hingga tanaman perkebunan yang menjadi kebutuhan sehari-hari maupun dipasarkan ke sejumlah wilayah. Pertanian menjadi salah satu sektor yang menopang ketahanan pangan masyarakat setempat.
Selain bertani dan melaut, perdagangan juga berkembang di Kota Serui sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Yapen. Aktivitas jual beli hasil pertanian, hasil laut, dan kebutuhan pokok menjadi roda penggerak ekonomi yang melibatkan masyarakat lokal maupun pendatang.
Baca juga: Kota Jayapura Dijuluki Kota Seribu Pinang, Warisan Budaya yang Tetap Hidup
Meski memiliki potensi alam yang besar, sektor ekonomi di Kepulauan Yapen masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap teknologi modern yang dapat meningkatkan produktivitas para petani maupun nelayan.
Sebagian petani telah memanfaatkan mesin pertanian untuk mengolah lahan, namun jumlahnya masih terbatas. Faktor kemampuan ekonomi menjadi kendala utama sehingga banyak petani masih mengandalkan peralatan tradisional dalam kegiatan bercocok tanam.
Di sektor perikanan, nelayan juga masih berharap adanya dukungan pemerintah berupa bantuan peralatan tangkap, kapal, maupun teknologi penunjang agar hasil tangkapan dapat meningkat dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pengembangan teknologi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing hasil pertanian dan perikanan di Kepulauan Yapen. Penggunaan alat pertanian modern, sistem irigasi yang baik, hingga teknologi penyimpanan hasil panen diyakini dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan juga menjadi faktor penting agar masyarakat mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mengembangkan usaha mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: