Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 JULI 2026 • 20:45 WIB

Kota Jayapura Dijuluki Kota Seribu Pinang, Warisan Budaya yang Tetap Hidup

Kota Jayapura Dijuluki Kota Seribu Pinang, Warisan Budaya yang Tetap HidupDeretan pohon pinang tumbuh di sejumlah kawasan Kota Jayapura, Papua. (Ist)

PAPUA - Kota Jayapura dikenal luas sebagai salah satu daerah di Tanah Papua yang memiliki identitas budaya yang kuat. Selain dijuluki sebagai Kota Port Numbay, ibu kota Provinsi Papua ini juga populer dengan sebutan Kota Seribu Pinang.

Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Di berbagai sudut Kota Jayapura, mulai dari kawasan permukiman, jalan utama, halaman rumah warga, hingga lingkungan perkantoran, pohon pinang tumbuh dengan mudah dan menjadi bagian dari pemandangan sehari-hari masyarakat.

Pinang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Buah ini biasa dikonsumsi bersama sirih dan kapur sebagai tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Aktivitas mengunyah pinang tidak sekadar menjadi kebiasaan, tetapi juga memiliki makna sosial dalam membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Di Kota Jayapura, penjual pinang dapat dijumpai hampir di setiap sudut kota. Mulai dari pasar tradisional, pinggir jalan, hingga kawasan pusat perdagangan, pinang menjadi salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Keberadaan pohon pinang yang melimpah juga membuat Jayapura memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Banyak wisatawan yang berkunjung mengenali Kota Jayapura melalui kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi pinang serta banyaknya pohon pinang yang tumbuh di kawasan perkotaan.

Selain sebagai tanaman produktif, pohon pinang juga memiliki fungsi ekologis. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai kondisi tanah dan memberikan kesan hijau pada lingkungan perkotaan. Tidak sedikit kawasan permukiman yang tetap asri karena dipenuhi pepohonan pinang.

Dalam berbagai kegiatan adat Papua, pinang juga kerap menjadi bagian penting. Buah ini sering disajikan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu, pelengkap musyawarah adat, hingga simbol persaudaraan dalam berbagai acara masyarakat.

Baca juga: Keamanan Tembagapura Jadi Seruan Bersama, Tokoh Perempuan Ajak Warga Perkuat Persatuan

Bagi masyarakat Papua, pinang bukan sekadar hasil perkebunan. Tanaman ini telah menjadi bagian dari identitas budaya yang mencerminkan kebersamaan, penghormatan, serta nilai kekeluargaan yang masih dijaga hingga saat ini.

Julukan Kota Seribu Pinang juga menjadi salah satu identitas yang memperkuat citra Kota Jayapura sebagai kota yang kaya akan budaya lokal. Pemerintah daerah bersama masyarakat terus berupaya menjaga lingkungan agar keberadaan pohon pinang tetap lestari.

Selain itu, pinang turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Banyak warga yang menjadikan hasil panen pinang sebagai sumber penghasilan dengan memasarkannya ke berbagai daerah di Papua.

Di sejumlah pasar tradisional, permintaan pinang relatif stabil karena menjadi kebutuhan harian masyarakat. Bahkan, komoditas ini juga diperdagangkan ke wilayah lain di luar Kota Jayapura.

Keberadaan pohon pinang yang masih mendominasi berbagai kawasan kota menunjukkan bahwa modernisasi tidak sepenuhnya menghilangkan karakter lokal. Di tengah perkembangan pembangunan, identitas budaya tetap dapat berjalan berdampingan dengan kemajuan daerah.

Tidak sedikit wisatawan yang menjadikan pinang sebagai salah satu pengalaman budaya ketika berkunjung ke Jayapura. Mereka dapat melihat langsung aktivitas masyarakat, mulai dari proses penjualan hingga tradisi mengonsumsi pinang dalam kehidupan sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kota Jayapura Dijuluki Kota Seribu Pinang, Warisan Budaya yang Tetap Hidup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!