Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, saat memberikan pernyataan kepada awak media. (Ist)
Papua – Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, kembali menyoroti persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Timika. Ia menegaskan bahwa sekolah favorit tersebut harus benar-benar mengutamakan sistem zonasi agar hak pendidikan anak-anak kampungnya tidak terabaikan lagi pada tahun ajaran mendatang.
Norman menyampaikan bahwa pada PPDB sebelumnya, banyak anak dari Kampung Nawaripi gagal diterima di SMA Negeri 1, meskipun secara administrasi wilayah tersebut termasuk dalam zonasi sekolah. Kondisi ini dinilai tidak adil dan perlu diperbaiki untuk mencegah ketimpangan akses pendidikan.
“Harapan kami dari Pemerintah Kampung Nawaripi ke depan adalah agar dalam proses penerimaan siswa baru, SMA Negeri 1 benar-benar mengedepankan sistem zonasi,” tegas Norman Ditubun. Menurutnya, penerapan zonasi seharusnya memberikan prioritas kepada warga sekitar yang secara geografis sudah memiliki hak akses utama ke sekolah tersebut.
Baca juga: Hari Kedua Operasi Zebra Cartenz 2025, Polresta Jayapura Kota Tindak 38 Pelanggar
Ia menilai kasus sebelumnya telah menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat, terutama orang tua yang berharap anak mereka bisa melanjutkan pendidikan di sekolah yang berada dalam lingkungan mereka sendiri. Ketidakjelasan penerapan sistem zonasi disebut menjadi penyebab utama persoalan ini.
Norman menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah kampung dan pihak sekolah sangat penting untuk memastikan seluruh proses PPDB berjalan transparan serta berpihak pada pemerataan pendidikan. Ia berharap koordinasi yang lebih kuat dapat terbangun secara berkelanjutan.
“Karena itu, ke depan saya berharap kepada pihak sekolah dan semua pemangku kepentingan agar kita tetap kompak—baik pemerintah kampung maupun pihak sekolah—untuk memikirkan kemajuan bersama,” ujarnya.
Selain itu, Norman juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Timika. Ia menilai sekolah tersebut memiliki reputasi baik yang perlu dipertahankan, sehingga pengelolaan PPDB harus sejalan dengan upaya mempertahankan mutu pendidikan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sistem zonasi yang diterapkan dengan benar tidak hanya memberi kesempatan yang lebih adil, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berimbang antara siswa dari berbagai latar belakang di wilayah sekitar.
Baca juga: Pemkab Fakfak Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat: Dua Pasar Tradisional Masuk Agenda Pengembangan 2026
Norman berharap SMA Negeri 1 Timika dapat terus menjadi sekolah favorit di Kabupaten Mimika, namun tidak mengesampingkan asas keadilan bagi siswa dalam wilayah zonasinya. “SMA Negeri 1 Timika harus tetap menjadi sekolah favorit di Kabupaten Timika,” pungkasnya.
Dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah kampung, pihak sekolah, serta pemangku kepentingan lainnya, sistem zonasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Nawaripi dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: