PAPUA - Gubernur Papua menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Demokrat Papua yang berlangsung di Hotel Suni Abepura, Sabtu (29/11/2025). Kehadirannya menandai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kekuatan politik dalam memperkuat arah pembangunan Papua di tengah transformasi besar yang sedang dijalankan. Ia menegaskan, forum tersebut bukan sekadar agenda internal partai, tetapi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi seluruh elemen politik.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua mengajak seluruh peserta Rakerda untuk memaknai forum itu sebagai ruang memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan Papua ke depan. Ia menekankan bahwa spirit kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat berjalan selaras dengan partai politik, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kerja bersama akan mempercepat perubahan yang diharapkan.
Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Papua saat ini tengah fokus pada visi besar Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis, dengan menempatkan manusia Papua sebagai pusat pembangunan. Ia memaparkan tiga agenda prioritas pembangunan yang menjadi fondasi utama, yakni Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif. Ketiga program ini diyakini mampu memperkuat daya saing serta kualitas hidup masyarakat Papua secara menyeluruh.
Baca juga: Otsus Papua Dinilai Gagal Menjawab Kebutuhan Rakyat: Siapa Sebenarnya yang Paling Diuntungkan?
Agenda pertama, Papua Cerdas, diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan tenaga pendidik, penguatan akses digital, serta pembentukan generasi muda Papua yang siap menjadi pemimpin masa depan. Ia menilai bahwa pendidikan yang merata adalah fondasi kokoh untuk mengatasi ketimpangan dan mendorong kemajuan peradaban Papua. Di saat yang sama, sektor kesehatan menjadi agenda kedua yang tidak kalah penting.
Dalam agenda Papua Sehat, pemerintah fokus memperkuat fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan menghadirkan layanan kesehatan bergerak bagi wilayah yang sulit dijangkau. Program ini menjadi jawaban atas tantangan geografis Papua yang sering kali membuat masyarakat pedalaman mengalami keterlambatan penanganan medis. Di samping itu, Papua Produktif menjadi agenda ketiga yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi rakyat.
Melalui Papua Produktif, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan, penguatan UMKM, peningkatan kapasitas petani dan nelayan, serta menyediakan ruang kreatif bagi generasi muda. Gubernur menilai bahwa penguatan sektor ekonomi lokal menjadi modal penting untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan di seluruh wilayah Papua.
Dalam forum tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya konektivitas antardaerah sebagai katalisator pembangunan. Ia mengatakan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur transportasi harus menjadi prioritas utama, terutama di lima provinsi baru yang tengah berkembang. Menurutnya, mobilitas yang cepat akan membuka peluang ekonomi lebih luas, sekaligus mendukung pemerataan layanan publik.
“Kami ingin dari Jayapura bisa tiba ke Serui atau Manokwari hanya dalam hitungan setengah hari. Konektivitas inilah yang akan menggerakkan ekonomi dan membawa kesejahteraan,” tegasnya. Gubernur menjelaskan bahwa pada awal bulan mendatang, pemerintah akan menggelar pertemuan strategis bersama sejumlah menteri, termasuk Menko Infrastruktur yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat, untuk membahas percepatan pembangunan Papua.
Pertemuan tersebut direncanakan sebagai langkah penting menuju integrasi wilayah dan pembahasan agenda pembangunan skala besar. Ia berharap forum tersebut menjadi pintu masuk bagi kunjungan Presiden dan Wakil Presiden ke Papua dalam agenda besar berikutnya. Harapan ini menunjukkan dorongan kuat pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, H. Herman Khaeron, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Partai Demokrat, menekankan kuatnya hubungan emosional antara Demokrat dan masyarakat Papua. Ia menyebut masyarakat Papua memiliki nilai kekeluargaan dan persahabatan yang menjadi modal sosial yang sangat penting dalam pembangunan. Demokrat, lanjutnya, memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung para pemimpin Papua.
Herman juga mengenang masa kejayaan Demokrat di Tanah Papua yang pernah memiliki 13 bupati. Ia menyebut Papua sebagai salah satu "rumah besar" bagi Partai Demokrat, sehingga kehadiran pengurus pusat dalam Rakerda ini merupakan bentuk komitmen mendalam. Ia menegaskan bahwa Demokrat siap mendukung visi Gubernur Papua dalam penguatan konektivitas wilayah dan kebangkitan ekonomi hingga ke kampung-kampung.
Dengan semangat kolaborasi yang mengemuka dalam Rakerda tersebut, pemerintah dan Partai Demokrat diharapkan mampu membangun kerja sama yang lebih solid dalam mempercepat pembangunan Papua. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Demokrat di Papua, tetapi juga memberikan fondasi kokoh bagi terciptanya Papua yang maju, produktif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: