Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 01 DESEMBER 2025 • 16:21 WIB

Dewan Adat Mimika Serukan Persatuan Jelang 1 Desember: Menjaga Damai di Tanah Amungsa, Menguatkan Harmoni di Bumi Kamoro

Dewan Adat Mimika Serukan Persatuan Jelang 1 Desember: Menjaga Damai di Tanah Amungsa, Menguatkan Harmoni di Bumi KamoroLogo Dewan Adat Daerah. (Ist)

PAPUA - Menjelang tanggal 1 Desember 2025, suasana di Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian masyarakat. Momentum tersebut kerap diwarnai meningkatnya isu provokasi dan kabar-kabar yang berpotensi memecah persatuan. Dalam menyikapi dinamika itu, Dewan Adat Mimika mengambil langkah proaktif untuk menjaga agar situasi tetap damai dan kondusif.

Ketua Umum Dewan Adat Mimika, Vinsent Oniyoma, memberikan imbauan resmi kepada masyarakat melalui Nemangkawipos.com pada Senin (1/12/2025). Ia menegaskan bahwa seluruh warga Mimika, baik masyarakat adat Papua maupun warga Nusantara yang telah lama menetap di daerah tersebut, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketertiban dan tidak terpengaruh isu yang sengaja ditiupkan untuk menimbulkan kegaduhan.

Menurut Vinsent, masyarakat adat memiliki peran sejarah yang besar dalam menjaga keseimbangan sosial di Tanah Amungsa Bumi Kamoro. Karena itu, ia mengajak seluruh komunitas adat — mulai dari Ha Anim, Bomberai, Domberai, Saireri, Tabi/Mamta, Lapago hingga Meepago — untuk menunjukkan keteladanan dan tidak mudah terseret pada narasi konflik yang mengancam kedamaian.

Baca juga: RAPBD Jayapura 2026 Mengalami Penyusutan, Pemkab Cari Jalan Keluar di Tengah Tekanan Pembiayaan

Dalam keterangannya, Vinsent mengingatkan bahwa keamanan merupakan hak dasar setiap warga negara, sehingga setiap bentuk ancaman, intimidasi, maupun provokasi harus ditolak bersama. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan di wilayah Mimika, terlebih di masa-masa yang sensitif seperti menjelang 1 Desember.

Dewan Adat Mimika, lanjutnya, memandang bahwa menjaga harmoni bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat. Peran lembaga adat menjadi sangat penting, terutama dalam memperkuat nilai budaya yang mengedepankan keseimbangan, persaudaraan, dan rasa saling menghormati.

Vinsent menuturkan bahwa Mimika adalah rumah besar bagi berbagai suku dan budaya. Keberagaman ini harus dilihat sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah. Ia mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, serta mengutamakan komunikasi antarwarga agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Lebih jauh, Dewan Adat Mimika menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen lainnya demi memastikan situasi keamanan berjalan kondusif. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menciptakan kestabilan sosial menjelang hari-hari krusial tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa kejadian-kejadian pada tahun-tahun sebelumnya memberi pelajaran penting bahwa provokasi dapat dengan cepat memicu ketegangan jika tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, langkah preventif melalui imbauan terbuka ini diharapkan mampu meredam potensi kerawanan dalam masyarakat.

Baca juga: Gubernur Papua Dorong Konsolidasi Politik dan Akselerasi Transformasi Daerah dalam Rakerda Demokrat

Dewan Adat Mimika berharap seluruh warga menjadikan momen 1 Desember sebagai kesempatan untuk mempererat solidaritas, bukan memperlebar perbedaan. Nilai-nilai adat, budaya, dan kebangsaan harus berjalan beriringan dalam menciptakan ruang hidup yang aman dan bermartabat bagi semua kalangan.

Di akhir imbauannya, Vinsent kembali menekankan bahwa Mimika adalah tanah damai, tempat seluruh orang dapat hidup berdampingan dengan rasa kasih, hormat, dan kesadaran kolektif untuk menjaga masa depan bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat tetap waspada namun tidak takut, tetap bersuara namun tidak terprovokasi, demi Mimika yang harmonis.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dewan Adat Mimika Serukan Persatuan Jelang 1 Desember: Menjaga Damai di Tanah Amungsa, Menguatkan Harmoni di Bumi Kamoro

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!