Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 08 JANUARI 2026 • 22:49 WIB

Potensi Baru Wisata Religi di Tanah Papua, Pagoda Buddha Dharma Biak Diresmikan

Potensi Baru Wisata Religi di Tanah Papua, Pagoda Buddha Dharma Biak DiresmikanTampak Pagoda Vihara Buddha Dharma Biak (Ist)
PAPUA – Kabupaten Biak Numfor kini memiliki destinasi wisata religi baru dengan hadirnya Pagoda Vihara Buddha Dharma Biak yang resmi diperkenalkan kepada publik pada akhir pekan kemarin. Kehadiran pagoda ini menambah kekayaan ragam destinasi spiritual di Papua sekaligus memperkuat citra Biak sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.

Pagoda Vihara Buddha Dharma Biak dibangun dengan arsitektur khas yang mencolok dan sarat makna filosofis. Bangunan ini berdiri megah dengan luas mencapai 523,91 meter persegi serta tinggi sekitar 26 meter, menjadikannya salah satu pagoda terbesar di wilayah Papua.

Proyek pembangunan pagoda tersebut menelan anggaran sekitar Rp7,5 miliar dan dikerjakan dalam kurun waktu cukup panjang, mulai Desember 2023 hingga Maret 2025. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek estetika, fungsi ibadah, serta nilai simbolik keagamaan.

Baca juga: TLTB Tegaskan Proses Sewa Lahan Grace Road Sesuai Aturan, CEO Disebut Tidak Terlibat Langsung

Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, meresmikan langsung pagoda tersebut dan menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah ibadah umat Buddha di Biak. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol diresmikannya Pagoda Vihara Buddha Dharma Biak.

Menurut Bupati Markus, kehadiran pagoda ini bukan hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mencerminkan komitmen daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menilai pagoda ini sebagai simbol harmoni dan kebersamaan di tengah masyarakat Biak Numfor yang majemuk.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memandang pembangunan pagoda sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan rohani masyarakat, khususnya umat Buddha, sekaligus bagian dari pembangunan sosial yang berimbang antara fisik dan spiritual.

Selain fungsi keagamaan, pagoda ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata religi yang dapat menarik kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah. Keunikan arsitektur dan suasana spiritual diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang berbeda.

Pemerintah daerah juga merencanakan langkah lanjutan dengan menetapkan Pagoda Vihara Buddha Dharma Biak sebagai salah satu ikon wisata religi resmi Kabupaten Biak Numfor melalui regulasi daerah yang akan disusun.

Dengan status tersebut, pagoda diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan, terbuka untuk masyarakat umum, serta menjadi ruang perjumpaan lintas budaya dan agama dalam suasana damai.

Keberadaan pagoda ini dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah, terutama dalam pengembangan wisata berbasis budaya dan spiritual yang selama ini masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Papua.

Masyarakat diharapkan dapat menjaga dan merawat pagoda ini sebagai aset bersama, tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga sebagai simbol toleransi dan persatuan masyarakat Biak Numfor.

Baca juga: Fakhiri Tekankan Harmoni Papua, Peran Kemenag Dinilai Kunci Jaga Toleransi dan Pelayanan Umat

Pagoda Vihara Buddha Dharma Biak diharapkan menjadi ruang refleksi, kedamaian, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang selaras dengan semangat kebhinekaan di Tanah Papua.

Dengan diresmikannya pagoda ini, Kabupaten Biak Numfor menegaskan posisinya sebagai daerah yang terbuka, inklusif, dan siap mengembangkan potensi wisata religi sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Potensi Baru Wisata Religi di Tanah Papua, Pagoda Buddha Dharma Biak Diresmikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!